SOLOBALAPAN.COM – Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, akhirnya berbicara blak-blakan terkait skandal judi online yang menyeret nama sejumlah pegawai di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Dalam pernyataannya, Budi Arie mengungkap bahwa dirinya merasa dikhianati oleh oknum yang sebelumnya ia percaya, termasuk sosok berinisial T yang merekomendasikan Adhi Kismanto (AK) untuk bergabung dalam tim Komdigi.
Dalam wawancaranya, Budi Arie tidak menutupi rasa kecewanya.
Ia menyebut bahwa skandal judi online yang melibatkan belasan pegawai Komdigi telah mencoreng nama baiknya, meski dirinya tidak terlibat langsung dalam praktik tersebut.
"Saya justru menjadi korban pengkhianatan yang dilakukan oleh oknum pegawai Komdigi," kata Budi saat diwawancarai di Jakarta, Minggu (10/11/2024), seperti dilansir dari inilah.com.
Budi menjelaskan bahwa ia mempekerjakan Adhi Kismanto, alias "Fallen," atas rekomendasi dari seseorang berinisial T.
Sosok T ini, menurut Budi, memiliki pengaruh besar di balik layar dan diyakini sebagai Zulkarnaen Apriliantony atau Tony Tomang, mantan komisaris BUMN PT HIN.
Kisah ini bermula pada pertengahan 2023, ketika Kominfo—yang kini dikenal sebagai Komdigi—sedang membutuhkan sumber daya tambahan untuk menangani maraknya situs judi online.
Budi mengaku bahwa T muncul menawarkan sejumlah "hacker muda" yang diklaim mampu men-take down ribuan situs ilegal per hari.
"Muncul AK melalui T sebagai salah satu tenaga muda anti judol. Saudara AK memperlihatkan kemampuan sistem dan mesinnya yang bisa men-take down 50.000 sampai 100.000 situs per hari," ungkap Budi.
Meski AK hanya lulusan SMK, Budi terkesan dengan kemampuan teknisnya dan memutuskan untuk menerima rekomendasi T.
AK pun diberikan tanggung jawab untuk mengelola sistem crawling guna memblokir situs-situs judi.
Namun, belakangan, Budi menyadari bahwa AK justru terlibat dalam melindungi situs-situs tersebut agar tidak diblokir.
Nama Tony Tomang, yang diidentifikasi sebagai sosok T, semakin mencuat setelah Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, mengonfirmasi penangkapan Tony pada awal November 2024.
Menurut informasi yang beredar, Tony adalah orang yang memperkenalkan Adhi Kismanto kepada Budi Arie.
Akun X (Twitter) @PartaiSocmed menyebutkan bahwa Tony Tomang bukan hanya merekomendasikan Adhi Kismanto ke Komdigi, tetapi juga memberikan akses penuh kepadanya untuk mengelola software crawling yang seharusnya digunakan untuk menumpas situs judi online.
"Meskipun bukan ASN Kominfo, tapi karena dibawa oleh Tony, maka dia diberi kepercayaan oleh Budi Arie untuk mengelola mesin crawling," demikian cuit akun tersebut.
Budi Arie merasa sangat kecewa ketika mengetahui bahwa T dan AK justru bekerja sama untuk melindungi lebih dari 1.000 situs judi online dari pemblokiran.
"Ternyata T dan AK bermain tanpa sepengetahuan Direktur, Dirjen Aptika, apalagi Menteri. Perintah untuk menumpas situs judi online malah diabaikan demi keuntungan pribadi," tegas Budi.
Nama Budi Arie terseret setelah munculnya kabar penangkapan Tony Tomang dan terungkapnya peran Adhi Kismanto dalam skandal tersebut.
Namun, Budi dengan tegas menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam praktik yang dilakukan oleh para oknum tersebut.
Budi juga menyatakan bahwa meskipun ia mengenal T, ia tidak pernah menduga bahwa T dan AK akan menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan.
"Saya merasa dikhianati oleh orang-orang yang saya percaya untuk membantu memberantas judi online. Nyatanya, mereka justru bersekongkol dengan bandar," ungkap Budi dengan nada kecewa. (lz)
Editor : Laila Zakiya