SOLOBALAPAN.COM - Kabar soal kehidupan ganda anggota DPRD Kabupaten Bogor, Candra Kusuma berhasil bikin geger media sosial.
Dikabarkan sebelumnya, anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Demokrat, Candra Kusuma, tersandung skandal setelah putrinya sendiri membongkar perselingkuhannya melalui akun X @nitaainir.
Dalam cuitannya, pemilik akun X yang mengaku menjadi putri kandung dari Candra Kusuma itu mengungkapkan bahwa sejak 2010, ayahnya ternyata telah menikah diam-diam dengan wanita lain dan memiliki empat anak dari hubungan tersebut.
Kejutan lain terungkap ketika sang putri menyadari ayahnya adalah direktur perusahaan dan hidup berkecukupan.
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan penampilan sederhana yang ia tunjukkan selama ini.
Partai Demokrat segera merespons skandal ini.
Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat, Jansen Sitindaon, menyatakan bahwa Candra sedang berada di Surabaya untuk mengurus masalah keluarga dan akan segera dipanggil oleh Dewan Etik Demokrat Bogor untuk klarifikasi.
Dewan Etik juga akan dibentuk dalam tiga hari ke depan untuk menyelidiki lebih lanjut.
Sang anak hanya tahu ayahnya bekerja di pegunungan, namun nyatanya Candra yang berusia 52 tahun memiliki latar belakang profesional yang mengesankan, termasuk posisi sebagai direktur di PT Klapanunggal Permata Energi sejak 2014.
Partai Demokrat juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan publik dan berjanji akan menindaklanjuti kasus ini sesuai kode etik partai.
Kabar mengenai Candra Kusuma itu lantas membuat kecewa sejumlah warganet.
Lewat komentar di unggahan terkait yang disampaikan Jansen Sitindaon, sejumlah warga mengungkapkan rasa kecewanya.
'Keluarga aja dikhinati dikibukin apalagi rakyattt, sayang bgt demokrat tercoreng gara2 1 orang,' tulis akun X @noonaalfabet.
'malu banget punya wakil rakyat abai sama keluarganya. keluarga sendiri aja dikibulin apalagi rakyat yg ga terlalu kenal deket hufttttt mana gw warga kabupaten bogor dapil blio lagi iyuhhh,' komentar @thisisforr4g.
'Elite partai wajib tau tingkat kesejahteraan lahir dan batin pengurus nya sampai tingkat terendah.sebab mereka ujung tombak, jika keluarga sejahtera lahir batin maka akan Maksimal bekerja untuk rakyat.
Gagal berhasil nya sebuah negara dilihat dari keadaan rumah tangga rakyatnya.' sambung @Teguh_toen. (lz)