SOLOBALAPAN.COM - Akun Instagram Rosalia Express saat ini dipenuhi dengan kritikan dari warganet yang merasa sangat terpukul atas kejadian ini.
Hal ini dipicu oleh insiden di mana truk boks milik Rosalia Express menabrak mobil yang ditumpangi kru TV One di Tol Pemalang pada Kamis, 31 Oktober 2024.
Kejadian ini bukan hanya menimbulkan kesedihan, tetapi juga memicu diskusi luas tentang keselamatan di jalan raya.
Rosalia Indah, perusahaan bus yang belakangan menjadi sorotan karena berbagai kasus pencurian, kini menghadapi kecaman yang semakin menguat.
Reputasi perusahaan ini sudah terganggu, dan insiden terbaru ini tampaknya hanya menambah daftar masalah yang dihadapi.
Banyak orang yang berharap agar perusahaan segera mengambil langkah untuk menangani situasi ini dengan serius.
"Ini PO Rosalia serius ga ada statement Permintaan maaf? Itu 3 korban crew TvOne loh." kata netizen.
"Tolong kepada pihak Rosalia Express untuk klarifikasi dan minta pertanggung jawaban atas Kecelakaan di Tol Pemalang yang mengakibatkan Kru tvOne MD.
Saya harap adanya itikad baik dari Pihak Manajemen bahkan memberikan santunan kepada Keluarga Korban." tambah netizen.
Banyak warganet yang menyuarakan reputasi buruk mereka dengan nada yang tega.
"kemarin yang sebelah nyulap laptop jadi buku, sekarang bisa nyulap nyawa yang ada jadi gak ada kah?" sentil netizen lain.
Sebelumnya diberitakan, mobil kru TV One yang tengah menepi di bahu jalan tol ditabrak oleh truk boks dari belakang.
Ini menunjukkan betapa frustrasinya warganet terhadap insiden ini, serta perlunya perhatian lebih terhadap keselamatan di jalan raya.
Sebelumnya, diberitakan bahwa mobil kru TV One yang sedang berhenti di bahu jalan tol ditabrak dari belakang oleh truk boks tersebut.
Truk itu terpaksa membanting stir setelah menghindari mobil yang oleng di depannya, sebuah situasi yang bisa terjadi pada siapa saja di jalan.
Akibat kecelakaan ini, tiga jurnalis kehilangan nyawa, sementara dua lainnya mengalami luka-luka.
Insiden ini menggambarkan betapa seriusnya konsekuensi dari insiden ini dan perlunya evaluasi lebih dalam mengenai keselamatan berkendara. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo