SOLOBALAPAN.COM - PT Sri Rejeki Isman Tbk, yang lebih dikenal dengan nama Sritex, merupakan salah satu perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara.
Meski kini terancam pailit, sejarah panjang perusahaan ini tak bisa lepas dari sosok H.M Lukminto, pendirinya, yang memulai bisnis ini dari skala kecil di Pasar Klewer, Solo.
Keluarga Lukminto terus melanjutkan kejayaan perusahaan ini hingga generasi berikutnya.
H.M Lukminto: Pendiri PT Sritex
H.M Lukminto adalah sosok yang mendirikan Sritex pada tahun 1966. Ia memulai bisnisnya dengan menjual tekstil di Pasar Klewer, Solo, dan kemudian mendirikan pabrik pertama untuk memproduksi kain cetak.
Dengan kerja keras dan kegigihan, Lukminto berhasil mengembangkan bisnisnya dari perdagangan kecil menjadi perusahaan tekstil raksasa yang memproduksi benang, kain mentah, kain jadi, hingga pakaian jadi.
Sritex juga dikenal sebagai produsen seragam militer untuk berbagai negara, termasuk NATO dan Tentara Jerman.
Keberhasilan Lukminto dalam membangun Sritex tidak lepas dari visinya yang kuat untuk menciptakan produk berkualitas dan memperluas pasar hingga ke luar negeri.
Ia dikenal sebagai pebisnis yang memiliki etos kerja yang tinggi dan inovasi dalam mengelola perusahaan.
Iwan Setiawan Lukminto: Generasi Kedua Pemilik Sritex
Setelah H.M Lukminto meninggal dunia pada tahun 2014, tongkat estafet kepemimpinan PT Sritex diteruskan oleh putranya, Iwan Setiawan Lukminto.
Baca Juga: Klub Jepang Dikabarkan Tertarik Datangkan Ramadhan Sananta, Manajemen Persis Solo Ungkap Hal Ini
Iwan telah berkecimpung dalam bisnis keluarganya sejak tahun 1997 dan ikut serta dalam berbagai langkah strategis perusahaan.
Di bawah kepemimpinan Iwan, Sritex berhasil bertahan dan berkembang di tengah persaingan global.
Iwan dikenal sebagai sosok visioner yang mampu mempertahankan Sritex sebagai pemain utama di industri tekstil.
Pada tahun 2013, Sritex resmi terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham SRIL, yang semakin memperkuat posisi perusahaan di pasar modal Indonesia.
Selain itu, Iwan juga berhasil membawa Sritex memenangkan berbagai penghargaan bergengsi, termasuk sebagai Businessman of the Year 2014 oleh majalah Forbes Indonesia, dan Entrepreneur of the Year 2014 oleh Ernst & Young.
Keluarga Lukminto dan PT Sritex yang Pailit
Meskipun keluarga Lukminto berhasil membawa PT Sritex mencapai puncak kejayaan, perusahaan kini menghadapi tantangan besar dengan status pailit yang diputuskan oleh Pengadilan Niaga Semarang pada tahun 2024.
Ini menjadi ujian bagi generasi penerus keluarga Lukminto untuk menghadapi kondisi sulit yang dihadapi oleh perusahaan.
Keputusan pailit ini muncul setelah beberapa perusahaan menggugat Sritex terkait penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).
Meskipun begitu, warisan dari H.M Lukminto dan visi strategis Iwan Setiawan Lukminto akan tetap menjadi bagian penting dari sejarah PT Sritex. (nda)