Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Siapa Pemilik Sritex? Perusahaan Tekstil yang Belakangan Dinyatakan Pailit Usai Diduga Tak Bisa Membayar Hutang!

Nindia Aprilia • Kamis, 24 Oktober 2024 | 23:55 WIB
Iwan S. Lukminto menerima penghargaan sebagai Businessman of the Year dari majalah Forbes Indonesia dan sebagai EY Entreprenuer of the Year 2014 dari Ernst & Young.
Iwan S. Lukminto menerima penghargaan sebagai Businessman of the Year dari majalah Forbes Indonesia dan sebagai EY Entreprenuer of the Year 2014 dari Ernst & Young.

SOLOBALAPAN.COM - PT Sri Rejeki Isman Tbk, yang lebih dikenal dengan nama Sritex, merupakan salah satu perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara.

Meski kini terancam pailit, sejarah panjang perusahaan ini tak bisa lepas dari sosok H.M Lukminto, pendirinya, yang memulai bisnis ini dari skala kecil di Pasar Klewer, Solo.

Keluarga Lukminto terus melanjutkan kejayaan perusahaan ini hingga generasi berikutnya.

H.M Lukminto: Pendiri PT Sritex

H.M Lukminto adalah sosok yang mendirikan Sritex pada tahun 1966. Ia memulai bisnisnya dengan menjual tekstil di Pasar Klewer, Solo, dan kemudian mendirikan pabrik pertama untuk memproduksi kain cetak.

Dengan kerja keras dan kegigihan, Lukminto berhasil mengembangkan bisnisnya dari perdagangan kecil menjadi perusahaan tekstil raksasa yang memproduksi benang, kain mentah, kain jadi, hingga pakaian jadi.

Sritex juga dikenal sebagai produsen seragam militer untuk berbagai negara, termasuk NATO dan Tentara Jerman.

Keberhasilan Lukminto dalam membangun Sritex tidak lepas dari visinya yang kuat untuk menciptakan produk berkualitas dan memperluas pasar hingga ke luar negeri.

Ia dikenal sebagai pebisnis yang memiliki etos kerja yang tinggi dan inovasi dalam mengelola perusahaan.

Iwan Setiawan Lukminto: Generasi Kedua Pemilik Sritex

Setelah H.M Lukminto meninggal dunia pada tahun 2014, tongkat estafet kepemimpinan PT Sritex diteruskan oleh putranya, Iwan Setiawan Lukminto.

Baca Juga: Klub Jepang Dikabarkan Tertarik Datangkan Ramadhan Sananta, Manajemen Persis Solo Ungkap Hal Ini

Iwan telah berkecimpung dalam bisnis keluarganya sejak tahun 1997 dan ikut serta dalam berbagai langkah strategis perusahaan.

Di bawah kepemimpinan Iwan, Sritex berhasil bertahan dan berkembang di tengah persaingan global.

Iwan dikenal sebagai sosok visioner yang mampu mempertahankan Sritex sebagai pemain utama di industri tekstil.

Pada tahun 2013, Sritex resmi terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham SRIL, yang semakin memperkuat posisi perusahaan di pasar modal Indonesia.

Selain itu, Iwan juga berhasil membawa Sritex memenangkan berbagai penghargaan bergengsi, termasuk sebagai Businessman of the Year 2014 oleh majalah Forbes Indonesia, dan Entrepreneur of the Year 2014 oleh Ernst & Young.

Keluarga Lukminto dan PT Sritex yang Pailit

Baca Juga: Yeay! Lakukan Uji Beban Hari Kedua, 8 Lokomotif Diuji di Rel Layang Joglo Solo! Begini Penampakan Terbarunya!

Meskipun keluarga Lukminto berhasil membawa PT Sritex mencapai puncak kejayaan, perusahaan kini menghadapi tantangan besar dengan status pailit yang diputuskan oleh Pengadilan Niaga Semarang pada tahun 2024.

Ini menjadi ujian bagi generasi penerus keluarga Lukminto untuk menghadapi kondisi sulit yang dihadapi oleh perusahaan.

Keputusan pailit ini muncul setelah beberapa perusahaan menggugat Sritex terkait penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).

Meskipun begitu, warisan dari H.M Lukminto dan visi strategis Iwan Setiawan Lukminto akan tetap menjadi bagian penting dari sejarah PT Sritex. (nda)

Mahasiswa Zhejiang University of Science and Technology berkesempatan mengunjungi Museum Warisan Budaya Takbenda di Distrik Yuhang, Kota Hangzhou, Tiongkok. (IST)
Mahasiswa Zhejiang University of Science and Technology berkesempatan mengunjungi Museum Warisan Budaya Takbenda di Distrik Yuhang, Kota Hangzhou, Tiongkok. (IST)
Mahasiswa Zhejiang University of Science and Technology berkesempatan mengunjungi Museum Warisan Budaya Takbenda di Distrik Yuhang, Kota Hangzhou, Tiongkok. (IST)
Mahasiswa Zhejiang University of Science and Technology berkesempatan mengunjungi Museum Warisan Budaya Takbenda di Distrik Yuhang, Kota Hangzhou, Tiongkok. (IST)
Editor : Nindia Aprilia
#Siapa Pemilik Sritex #H.M Lukminto #pailit #Iwan Setiawan Lukminto #PT Sritex #PT Sri Rejeki Isman #pasar klewer