SOLOBALAPAN.COM - PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), yang dikenal dengan nama Sritex, terancam pailit setelah bertahun-tahun berjaya sebagai salah satu perusahaan tekstil dan garmen terbesar di Asia Tenggara.
Pengadilan Niaga Semarang telah mengeluarkan putusan resmi yang menyatakan bahwa Sritex mengalami pailit.
Keputusan ini mengejutkan publik dan menjadi topik trending di media sosial.
Berdasarkan laporan dari radarsolo.com, ada beberapa alasan yang menjadi penyebab kebangkrutan perusahaan ini, di antaranya adalah adanya penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) setelah digugat oleh CV Prima Karya dan PT Indo Bharat Rayon.
Sritex dianggap tidak memenuhi kewajiban pembayaran utang yang telah disepakati sebelumnya.
Putusan pailit diumumkan dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Moch Ansar pada Senin (21/10), dengan Juru Bicara Pengadilan Niaga Semarang, Haruno Patriadi, yang mengatakan, "Mengabulkan permohonan pemohon. Dan termohon dinyatakan pailit dengan segala akibat hukumnya."
Lalu seperti apa sejarah perkembangan PT Sritex ini? berikut solobalapan.com rangkum berdasarkan informasi dari laman sritex.co.id.
1. Tahun 1966
Pada tahun tersebut, pertama kalinya PT Sritex didirikan oleh H.M Lukminto sebagai salah satu perusahaan perdagangan tradisional.
Siapa sangka, ternyata perusahaan ini mulanya beroperasi di Pasar Klewer Solo, salah satu pasar tradisional yang sampai saat ini masih jadi destinasi wisata.
2. Tahun !968
Pada tahun ini, dunia pertekstilan di PT Sritex makin berkembang pesat hingga berhasil mendirikan pabrik cetak pertamanya.
PT Sritex berhasil membuat kain putih dan berwarna yang ada di Kota Solo.
3. Tahun 1978
Pada tahun ini, ada kabar gembira terkait Sritex. Setelah 12 tahun berdiri sebagai perusahaan tekstil akhirnya di tahun tersebut Sritex secara resmi terdaftar dalam Kementrian Perdagangan sebagai perseroan terbatas.
4. Tahun 1982
Di tahun ini, perkembangan makin nampak dari perusahaan ini hingga pada akhirnya Sritex mendirikan pabrik tenun pertamanya.
5. Tahun 1992
Usai 26 tahun berdiri, kini Sritex telah berhasil mengembangkan perusahaanya hingga memiliki 4 lini produksi diantaranya:
- Pemintalan
- Penenunan
- Sentuhan Akhir dan busana
Diketahui, seluruh lini produksi ini masih berada di bawah atap yang sama, yang artinya masih pada satu lokasi.
6. Tahun 1994
PT Sritex mulai dilirik oleh perusahaan luar hingga puncaknya perusahaan ini pernah menjadi prosusen seragam militer untuk Nato dan juga Tentara Jerman.
7. Tahun 2001
Pada tahun-tahun tersebut, Indonesia mengalami krisis moneter sejak tahun 1998 hingga berbagai sektor mengalami kendala.
Namun, kabar baiknya PT Sritex ini telah berhasil selamat dari krisis moneter tersebut dan bisa melipatgandakan pertumbuhannya sampai 8 kali lipat dibanding waktu pertama kali terintegrasi pada tahun 1992.
8. Tahun 2010
Pada tahun-tahun ini, mulai bermunculan perusahaan-perusahaan tekstil lainnya yang makin memicu derasnya persaingan global.
Namun, PT Sritex masih bisa berhasil dan selamat dari tantangan derasnya persaingan global tersebut.
9. Tahun 2012
Baca Juga: Tragis! Warga Sragen Meninggal Akibat Sengatan Listrik di Rumahnya
Setelah mengalami tantangan persaingan global, tentunya berpengaruh dengan perkembangan perusahaan.
Di tahun ini perusahaan berghasil meningkatkan pertumbuhan dan juga kinerjanya yang makin baik jika dibandingkan dengan tahun 2008.
10. Tahun 2013
Selang setahun setelah kembali pulih di masa kejayaanya, kini PT Sri Rejeki Isman Tbk secara resmi terdaftar sahamnya (dengan kode ticker dan SRIL) pada Bursa Efek Indonesia.
11. Tahun 2014
Kejayaannya makin bersinar hingga Iwan S. Lukminto berhasil menerima penghargaan sebagai Businessman of the Year.
Penghargaan ini diberikan langsung oleh majalan Forbes Indonesia di tahun kejayaanya tersebut.
Bukan hanya itu, Ia juga menjadi EY Entreprenuer of the Year 2014 yang diberikan oleh Ernst & Young.
12. Tahun 2015
Pada tahun ini, kejayaan sritex makin meningkat hingga beberapa penghargaan ini sukses diterimanya:
- Ekspansi Sritex melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Ibu Puan Maharani dan Menteri Perindustrian, Bp. Saleh Husin.
- Penyerahan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia sebagai Pelopor dan Penyelenggara Penciptaan Investor Saham Terbesar Dalam Perusahaan.
- Penyerahan Penghargaan Intellectual Property Rights Award 2015 dalam kategori piala IP Enterprise dari WIPO (World Intellectual Property Organization).
- Dianugerahi sebagai Top Performing Listed Companies in Textile and Garment Sector pada tahun 2015 dari Majalah Investor.
13. Tahun 2016
Ada beberapa penghargaan yang berhasil diraih oleh PT Sritex diantaranya:
- Menerima penghargaan Best Performance Listed Companies pada tahun 2016 dari Majalah Investor.
- Menerima penghargaan Best Enterprise Achievers pada tahun 2016 sebagai Perusahaan Lokal Raksasa dari Obsession Media Group.
- Menerima penghargaan sebagai penerbit terbaik dalam kategori Ragam Industri pada Bisnis Indonesia Awards di tahun 2016.
- Berhasil menerbitkan obligasi global senilai 350 juta Dollar Amerika yang akan jatuh tempo pada tahun 2021.
14. Tahun 2017
Pada tahun ini, ada peningkatan modal melalui Non Pre-emptive Rights (“PMTHMETD”) maksimum sejumlah 10% dari total modal yang telah dikeluarkan.
Selain itu, Sritex juga berhasil menerbitkan obligasi global sejumlah 150 juta Dollar Amerika dan akan jatuh tempo pada tahun 2024.
Itu tadi merupakan perjalanan panjang PT Sritex sebelum dinyatakan pailit pada tahun 2024 oleh Pengadilan Niaga Semarang. (nda)
Editor : Nindia Aprilia