Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Siapa Taufik Hidayat? Sosok Mantan Atlet Peraih Medali Emas Olimpiade, Kini Jadi Wakil Menpora di Kabinet Merah Putih

Didi Agung Eko Purnomo • Selasa, 22 Oktober 2024 | 00:52 WIB
Mantan atlet nasional bulu tangkis Taufik Hidayat menyapa wartawan setibanya di kediaman Presiden Terpilih Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2024).
Mantan atlet nasional bulu tangkis Taufik Hidayat menyapa wartawan setibanya di kediaman Presiden Terpilih Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2024).

SOLOBALAPAN.COM - Taufik Hidayat telah menjadi ikon tak terbantahkan dalam dunia olahraga, baik di Indonesia maupun di tingkat internasional.

Sebagai pemenang medali emas di Olimpiade Athena 2004 dan juara dunia 2005, Taufik merupakan salah satu legenda bulu tangkis tunggal putra Indonesia.

Kini, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) RI dalam Kabinet Merah Putih untuk periode 2024-2029.

Penunjukannya sebagai Wamenpora sudah diprediksi, terutama setelah ia memenuhi undangan Prabowo Subianto di kediamannya di Jakarta Selatan pada 15 Oktober 2024.

“Saya diminta untuk berkontribusi dalam kabinet beliau, sesuai dengan bidang yang saya geluti.” ungkap Taufik.

Perjalanan Taufik dari dunia bulu tangkis menuju karier politiknya sangat menarik.

Berikut adalah gambaran tentang awal karir dan pencapaian Taufik:

Awal Karir Taufik Hidayat

Taufik lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 10 Agustus 1981.

Sejak kecil, ia menunjukkan minat besar terhadap bulu tangkis dan bergabung dengan klub SGS PLN Bandung di bawah bimbingan Iie Sumirat.

Sebagai anak dari pasangan Aris Haris dan Enok Dartilah, Taufik berkembang pesat.

Di usia 16 tahun, ia meraih gelar juara Kejuaraan Asia Junior 1997 di Manila untuk kategori tunggal putra dan membantu tim putra junior Indonesia meraih medali perak.

Di usia 17 tahun, Taufik kembali mengukir prestasi dengan menjuarai Brunei Open 1998 dan mencapai semifinal di Kejuaraan Asia serta Indonesia Open pada tahun yang sama.

Prestasi ini berlanjut ketika ia membawa tim putra Indonesia meraih juara di Asian Games Bangkok 1998 dan meraih gelar Indonesia Open pertamanya setahun setelahnya.

Ia juga mencapai final All England dan Singapore Open, meskipun gagal meraih trofi.

Pada 1999, Taufik membawa pulang medali emas untuk tunggal putra dan beregu putra di SEA Games Bandar Seri Begawan.

Rentetan prestasi ini membawanya ke peringkat nomor satu dunia pada usia 19 tahun, setelah menjuarai Malaysia Open, Kejuaraan Asia, dan Indonesia Open, serta menjadi finalis All England untuk kedua kalinya.

Taufik membuat debut Olimpiade di Sydney 2000, tetapi terhenti di perempat final.

Empat tahun kemudian, ia meraih medali emas di Olimpiade Athena 2004, mengalahkan sejumlah pemain unggulan, termasuk Peter Gade dan Shon Seung-mo.

Pada tahun yang sama, Taufik mempertahankan gelar Indonesia Open dan meraih gelar Juara Asia untuk kedua kalinya.

Pada Agustus 2005, ia menambah koleksi gelarnya dengan meraih gelar Juara Dunia 2005 di Anaheim, mengalahkan Lin Dan di final.

Dengan prestasi ini, Taufik menjadi pemain tunggal putra pertama yang meraih gelar Kejuaraan Dunia dan Olimpiade secara berurutan.

Antara 2006 dan 2007, Taufik menambahkan gelar juara di Asian Games Doha 2006, Indonesia Open 2006, Kejuaraan Asia Johor Bahru 2007, dan SEA Games Nakhon Ratchasima 2007.

Selama kariernya, ia mengumpulkan tiga gelar Juara Asia, dua medali emas Asian Games, dan enam gelar di Indonesia Open.

Taufik mencatat 413 kemenangan dan 138 kekalahan dalam kariernya.

Usai Pensiun

Ia mengakhiri karier sebagai atlet pada tahun 2013 setelah kalah dalam pertandingan terakhirnya di Indonesia Open di Istora Senayan.

Setelah pensiun, Taufik menjabat sebagai Wakil Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dan sebagai staf khusus di Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Pada tahun 2018, ia mulai terjun ke dunia politik sebagai kader Partai Demokrat, namun tidak bertahan lama.

Ia kemudian mencalonkan diri sebagai anggota DPR untuk daerah pemilihan Jawa Barat II melalui Partai Gerindra pada pemilihan umum legislatif 2024, tetapi tidak berhasil melanjutkan ke Senayan.

Di kehidupan pribadinya, Taufik Hidayat menikah dengan Ami Gumelar, putri dari mantan Menteri Pertahanan Agum Gumelar, pada tahun 2007.

Mereka dikaruniai dua anak: Natarina Alika Hidayat dan Nayottama Prawira Hidayat. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#olimpiade #taufik hidayat #menpora #Kabinet Merah Putih