SOLOBALAPAN.COM - Universitas Megarezky Makassar tengah menjadi sorotan publik usai salah satu mahasiswanya dikabarkan terlibat rasisme.
Diketahui, berdasarkan unggahan yang beredar di media sosial, salah satunya di akun instagram @sejarahpapua!. Mahasiswa Farmasi di Universitas Megarezky ini menghina mahasiswa papua.
Insiden ini bermula dari percakapan pribadi melalui pesan singkat yang beredar di Instagram, diposting oleh akun @sejarahpapua1.
Dalam percakapan tersebut, seorang pria mengirimkan pesan kepada Salsa. "Sa chat dia tapi tidak angkat ni," kata pria tersebut, yang kemudian dijawab oleh Salsa dengan, "Su d angkat?"
Percakapan berlanjut dengan pria tersebut mengirim foto bersama rekannya yang diketahui merupakan mahasiswa Papua.
Namun, reaksi Salsa terhadap foto itu dianggap rasis oleh banyak pihak. Ia menulis, "Kenapa ada monyet dekatmu wkwkwk."
Mendapat banyak tuntutan dari masyarakat sekitar, akhirnya Universitas Megarezky buka suara terkait kasus yang meresahkan ini.
Melansir dari laman unimerz.ac.id, kampus telah drop out (DO) salah satu mahasiswa perempuan yang sebut "monyet" pada mahasiswa Papua.
Prof. Dr. H. Anwar Ramli, SE., M.Si selaku Rektor di Universitas Megarezky mengungkapkan bahwa dirinya tidak mentorerir tindakan yang termasuk dalam bentuk diskriminasi tersebut.
“Universitas Megarezky berkomitmen untuk membina seluruh mahasiswa tanpa membedakan agama, suku, dan ras, serta tidak mentolerir segala bentuk diskriminasi ataupun rasisme di lingkungan kampus,” ungkapnya dikutip dari unimerz.ac.id pada Rabu (16/10/24) pukul 15.58 WIB.
Bukan hanya itu, saat ini pelaku telah diserahkan ke pihak kepolisian untuk mendapatkan hukuman yang setimpal.
"Sehingga Kampus Universitas Megarezky menindak tegas dengan melakukan pemberhentian secara tidak hormat kepada mahasiswa SD (19) atau Drop Out, dan mahasiswi yang bersangkutan diserahkan ke kepolisian untuk mendapatkan proses hukum." dikutip dari laman unimerz.ac.id.
Sebelumya, akun instagram Universitas Megarezky diserang oleh warganet setelah kasus ini viral di media sosial.
Mereka menuntut agar Universitas Megarezky bisa bertindak tegas guna menangani rasisme yang menimpa mahasiswa Papua tersebut. (nda)
Editor : Nindia Aprilia