Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Heboh! Direktur PT Adera Ramanda Group Diduga Gelapkan Rp10 Miliar dari Petani Kopi dan Lada di Lampung Barat

Laila Zakiya • Selasa, 15 Oktober 2024 | 23:12 WIB
Ahmad Ramadan, Direktur Utama PT Adera Ramanda Group.
Ahmad Ramadan, Direktur Utama PT Adera Ramanda Group.

SOLOBALAPAN.COM - Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang melibatkan Ahmad Ramadan, Direktur Utama PT Adera Ramanda Group, kini menjadi sorotan publik.

Ahmad Ramadan diduga melakukan tindak pidana penipuan terhadap petani kopi dan lada di Lampung Barat dengan nilai total mencapai Rp10 miliar.

Peristiwa ini terjadi setelah Ahmad Ramadan gagal membayar hasil bumi yang disetorkan oleh para petani ke perusahaan yang ia pimpin.

Kejadian ini pertama kali terungkap pada 5 September 2024, ketika para petani yang merasa dirugikan melaporkan Ahmad Ramadan ke Polda Lampung.

Mereka melaporkan Ahmad Ramadan setelah ia gagal memenuhi janji pembayaran hasil bumi berupa biji kopi dan lada seberat 151.191,6 kilogram, yang diperkirakan bernilai lebih dari Rp10 miliar.

Melansir dari akun X @dhemit_is_back, pada Selasa (15/10/2024), Ahmad berjanji akan melakukan pembayaran maksimal dua hari setelah barang diserahkan.

"Terlapor berjanji kepada para korban bahwa pembayaran akan dilakukan maksimal dua hari setelah penyerahan barang ke gudang milik PT Adera Ramanda Group," tulis akun @dhemit_is_back.

Namun, hingga batas waktu yang dijanjikan berlalu, Ahmad Ramadan belum juga membayar hasil penjualan tersebut.

Salah satu korban bahkan berinisiatif menghubungi pihak pembeli yang bekerja sama dengan Ahmad.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, pembeli mengaku telah melakukan pembayaran penuh kepada Ahmad Ramadan.

Namun, Ahmad justru menghilang dan sulit untuk dihubungi.

Baca Juga: Veronica Tan Hadir di Kertanegara: Calon Menteri Baru Prabowo Subianto?

"Salah satu korban berinisiatif untuk mengonfirmasi langsung ke pihak pembeli yang sebelumnya bekerja sama dengan terlapor. Berdasarkan informasi yang diperoleh, pihak pembeli telah melakukan pembayaran penuh kepada Ahmad Ramadan," jelas akun X @bacottetangga.

Keberadaan Ahmad yang sulit dihubungi membuat para petani merasa khawatir dan merugi secara finansial.

Para korban, mayoritas petani kopi dan lada, merasa ditipu oleh Ahmad setelah ia kabur dan tidak memenuhi kewajiban pembayaran. Kasus ini memicu keresahan di kalangan petani di wilayah Lampung Barat.

"Kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian," sambung akun X @dhemit_is_back.

Kegagalan Ahmad untuk membayar hasil penjualan ini memicu warganet untuk mendesak pihak berwenang segera menangkapnya dan memberikan hukuman yang setimpal.

Hingga artikel ini ditayangkan, polisi tengah mendalami kasus penipuan dan penggelapan ini. Dugaan bahwa Ahmad Ramadan membawa kabur uang hasil penjualan kopi dan lada senilai Rp10 miliar menjadi perhatian utama dalam penyelidikan. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #Ahmad Ramadan #PT Adera Ramanda Group #lampung barat #penipuan