SOLOBALAPAN.COM - Abi Sudirman tengah jadi perbincangan publik usai dirinya terlibat dalam kasus pencabulan di salah satu Panti Asuhan Tangerang.
Saat ini, Abi Sudirman tengah diamankan oleh kepolisian dalam kasus yang berhasil gegerkan publik ini.
Diketahui, ada puluhan korban yang berasil di ungkap oleh Dean Desvi, salah satu donatur dan juga merupakan rekan dekat Abi Sudirman.
Ia mengaku sangat sulit untuk mengungkap kasus ini, bahkan Ia berupaya untuk membongkarnya satu persatu.
"Baru separo yang di visum, hari ini 5, yang kemarin 1 atas nama RK yang sudah kita kawal" ucap Dean Desvi di dalam podcast bersama Deddy Cobuzer di YouTube Deddy Corbuzier.
Dari pengakuan RK inilah dirinya mulai menggali banyak informasi terkait korban-korban Abi Sudirman.
Ternyata masih ada beberapa korban lainnya yang pada akhirnya ikut untuk berbicara. Tercatat ada 23 orang yang mengaku jadi korban Abi Sudirman.
"Kan ini juga saya pendekatan ke Ibu korban atau korban sendiri kan ada yang mau ngaku ada yang engga." lanjutnya.
Ia mengaku kesulitan dalam membujuk korban, apalagi mulanya beberapa senior mengaku dirinya hanya menjadi saksi.
Namun alangkah terkejutnya Dean Desvi saat mendalaminya lebih lanjut ternyata mereka juga merupakan saksi dan korban Abi Sudirman.
"Yang sudah senior, yang usianya 18+, yang dulunya cuma saksi, ketika mereka ngadu dan curhat ke saya, akhirnya saya mendalami dengan pendekatan persuasif ibu dan anak gitu kan, kamu bener saksi aja? kamu bener bukan korban? nah ternyata mereka saksi dan korban" jawab Dean Desvi.
Kasus ini menjadi salah satu kedok terburuk Abi Sudirman, pasalnya Ia menjadi salah satu pelopor terjadinya hom* se*sual di kalangan anak panti asuhan.
Bahkan kegiatan yang diajarkan secara terus menerus ini menularkan kegiatan serupa ke anak lainnya.
Mereka yang tinggal di Panti Asuhan ini terbiasa melakukan kegiatan serupa dengan apa yang dilakukan oleh Abi Sudirman kepadanya.
Hal inilah yang membuat Dean Desvi merasa sangat sakit ketika harus mengungkapkannya ke publik.
Apalagi Ia turut menjadi salah satu donatur yang mendukung kelancaran Panti Asuhan di Tangerang ini. (nda)
Editor : Nindia Aprilia