SOLOBALAPAN.COM - Kasus pelecehan seksual yang melibatkan Panti Asuhan Darussalam An'nur tidak hanya mencoreng nama Abi Sudirman sebagai pemimpinnya.
Tetapi kasus rudapaksa yang dilakukan Abi Sudirman dan dua pengasuhnya itu juga mengungkapkan budaya kekerasan yang terus-menerus terjadi di lingkungan panti asuhan Tangerang tersebut.
Salah satu pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka mengakui bahwa dirinya melakukan pelecehan di panti asuhan Tangerang tersebut karena pernah menjadi korban di bawah kekuasaan Abi Sudirman.
Pengakuan ini mencuat saat salah satu guru panti asuhan tersebut mempertanyakan motif pelaku melakukan rudapaksa terhadap adik-adik asuhnya.
Dalam kesaksiannya, pelaku menyatakan bahwa ia merasa tindakan tersebut 'dapat diterima' karena ia pernah diperlakukan serupa oleh Abi Sudirman.
"Saya juga waktu tinggal di sini udah dilakuin begitu sama Abi," ungkap pelaku dengan santai.
Guru tersebut juga menceritakan bagaimana pelaku lainnya hanya diam dan mengakui kesalahan mereka, sementara seorang pengurus lain tampak santai meskipun mengetahui adik kandungnya sendiri menjadi korban.
"Saya kira dia marah, tapi jawabannya malah, 'Emang udah saya tebak, adik saya pasti kena,'" ucap guru panti tersebut dengan penuh kekecewaan.
Kasus ini mengungkapkan tidak hanya kekejaman fisik, tetapi juga bagaimana kekerasan dan pelecehan menjadi semacam 'warisan' yang terus berlanjut di lingkungan panti asuhan tersebut.
Hingga kini, tiga pelaku, termasuk Abi Sudirman, telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara pelaku lainnya, Yandi, masih dalam pencarian polisi.
Lebih lanjut, Dean Desvi yang juga termasuk donatur sekaligus teman dekat Abi Sudirman mengungkapkan jika pelaku rudapaksa itu sengaja memanfaatkan jabatannya sebelum anak asuhnya nantinya tak lagi tinggal di lingkungan panti asuhan tersebut.
“Jadi ‘sebelum diambil orang tuanya gua pake dulu’, kan sialan,” kesal Dean Desvi dalam kanal YouTube Deddy Corbuzier, dikutip pada Minggu (13/10/2024).
Polisi sudah berhasil mengevakuasi 18 anak asuh panti asuhan Darussalam An'nur Tangerang.
13 anak asuh diamankan ke Dinas Sosial, sementara lainnya dibawa oleh para relawan dan ada yang diamankan ke Kementerian Sosial. (lz)
Editor : Laila Zakiya