SOLOBALAPAN.COM - Tak cuma terjerat dalam kasus rudapaksa, Abi Sudirman, pimpinan Yayasan Panti Asuhan Darussalam An'nur Tangerang kini diduga terlibat dalam kasus manipulasi.
Abi Sudirman diduga memanipulasi status anak-anak asuhnya untuk memperoleh simpati dan bantuan dari para donatur.
Salah satu donatur panti, Ardini Grahani, mengungkapkan kebohongan Abi Sudirman terkait latar belakang anak-anak asuh yang ia klaim sebagai yatim piatu.
Dalam pengakuannya, Ardini mengatakan bahwa Sudirman sering kali menggambarkan anak-anak di panti sebagai korban bencana alam seperti korban lumpur atau tsunami.
“Ternyata banyak anak-anak yang masih punya orang tua, tetapi Sudirman mengklaim mereka semua yatim piatu,” ujar Ardini, yang merasa sangat kecewa setelah mengetahui kebenaran.
Para donatur yang kebanyakan berasal dari majelis pengajian merasa tertipu oleh Sudirman.
Kebohongan ini membuka tabir baru mengenai praktik manipulasi yang digunakan untuk mendapatkan lebih banyak donasi.
Lebih lanjut, Abi Sudirman, yang selama ini dikenal sebagai pimpinan Panti Asuhan Darussalam An'nur, ditangkap atas tuduhan serius sebagai pelaku pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak-anak asuhnya.
Kabar mengejutkan ini diungkapkan oleh sahabat dekat sekaligus donatur panti, Dean Desvi.
Dean pertama kali mengetahui hal tersebut dari pengakuan salah satu korban, RK (16).
Korban RK sempat curhat kepadanya mengenai perilaku menyimpang Abi Sudirman.
RK mengaku telah menjadi korban pelecehan sejak usia 9 tahun.
Menurut Dean, ia tidak pernah menyangka bahwa sahabatnya yang dikenal sejak kecil bisa melakukan kejahatan yang begitu keji.
"Saya kaget mendengar cerita RK. Siapa sangka Abi, yang kita kenal sebagai pemimpin panti yang baik, ternyata menutupi perilakunya yang menyimpang," kata Dean dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Deddy Corbuzier. (lz)
Editor : Laila Zakiya