SOLOBALAPAN.COM - Kasus rudapaksa di panti asuhan yang berlokasi di Kelurahan Kunciran Indah, Kota Tangerang belakangan berhasil bikin geger publik.
Apalagi terungkap pula bahwa rudapaksa dan pencabulan di panti asuhan Tangerang itu dilakukan oleh pelaku kepada bocah sesama jenis.
Nama Abi Sudirman, pimpinan Yayasan Panti Asuhan Darussalam An'Nur Tangerang, tempat rudapaksa tersebut terjadi, juga turut diketahui sebagai pelaku pencabulan.
Curhatan seorang korban pun beredar di media sosial.
Mulanya, dalam pesan DM yang dibagikan akun Instagram @ardinigrahani, dikutip pada Selasa (8/10), seorang korban mengaku khawatir dengan kondisi anak-anak panti asuhan tersebut.
Diketahui, pemilik akun Instagram tersebut merupakan salah satu donatur di panti asuhan di Tangerang itu.
'Ya Allah, semoga Allah lindungi kakak dalam kasus ini. Kak disitu anak asuh *** masih ada gak ya?' tulis pesan DM yang diterima akun tersebut.
Pengirim pesan tersebut mengaku menyesal lantaran sempat tak mengindahkan keluhan korban.
'Nyesel banget dulu pas dia 4 tahun dia bilang gini 'umi pantat aku sakit' aku pikir dia habis jatuh, terus *** pas udah tK apa belum aku lupa dia bilang gini ke kak Dirman di depan aku 'Abah aku mau nen*en'
Astagfirullah, aku cuma bisa kaget. Terus sama kak Dirman cuma bilang 'aneh-aneh deh kamu' astagfirullah.' sambungnya.
Tak sampai di situ, ternyata pimpinan yayasan Darussalam An'Nur Tangerang itu juga ketahuan pernah mencium seorang anak SMA yang dititipkan di panti asuhan naungannya itu.
'pas aku samperin kerumahnya nangis dia cerita kalo mau berangkat sekolah bibir nya di cium lidah kak dirman di masukin ke mulut... Ya Allah kak..,' keluhnya.
Pengakuan seorang korban itupun langsung membuat geram para warganet.
Apalagi, tindakan Sudirman selaku pimpinan Yayasan Panti Asuhan di Tangerang itu dinilai begitu bejat.
'Hukuman mati buat si dirman,' komentar akun Instagram @fenti_82.
'Ya Allah anak 4 taun.
Kok tega pas d gituin kan pasti nangis ksakitan,' tulis @adelia19war.
'Ya Allah sedih banget anak umur segitu udah jadi korban pelecehan seksual.' sambung @lisaprilianaa. (lz)
Editor : Laila Zakiya