SOLOBALAPAN.COM - Kasus pelecehan seksual yang terjadi di sebuah panti asuhan yang terletak di Kota Tangerang, Banten, belakangan berhasil jadi sorotan.
Bagaimana tidak, sebayak 32 anak dilaporkan menjadi korban pelecehan seksual di panti asuhan yang terletak di Tangerang tersebut.
Bahkan dari 32 anak yang menjadi korban pelecehan di panti asuhan Tangerang, termuda berasal dari usia 8 tahun.
Diketahui, kasus pelecehan seksual itu terjadi di Panti Asuhan Darussalam An'Nur yang terletak di Kelurahan Kunciran Indah, Kota Tangerang.
Dean Desvi, salah satu orang tua asuh korban, menjadi sosok berjasa dalam terungkapnya kasus dugaan rudapaksa di panti asuhan Tangerang tersebut.
Apalagi, Dean Desvi juga merupakan teman dari S, pimpinan panti asuhan yang juga ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus rudapaksa.
Dean Desvi mengatakan bahwasanya panti asuhan di Tangerang itu punya donatur atau penyumbang dana yang sebagian berasal dari kalangan artis ternama Tanah Air.
Dikatakan Dean Desvi, S pintar mengelabia para donatur untuk menyumbangkan sejumlah dana ke panti asuhan.
Bujuk rayu tersebut disampaikan S dengan menampilkan perilaku lembut, sopan santun dan agamis.
"Peranannya lembut, santun sopan, agamis. Kita mata semua dunia tertipu. Para donatur tertipu dan kecewa. Apalagi saya donatur, orang tua, teman baiknya (S), teman kecilnya," kata Dean Desvi, dikutip pada Senin (7/10).
Walau berhasil merebut hati para donatur, S ternyata tak sepenuhnya menyampaikan uang dari donatur kepada anak-anak di panti asuhan.
"Namun, (uangnya) tidak 100 persen atau minimal 80% buat adik-adik panti kita," sambungnya.
Sebelumnya, panti asuhan Darussalam An'nur di Kunciran Indah, Tangerang sempat digeruduk warga sekitar.
Ratusan warga berkumpul untuk melakukan penggerudukan di depan gedung panti asuhan yang diduga melakukan tindakan penyimpangan tersebut.
Saat ini, para korban diketahui sudah diamankan ke Rumah Perlindungan Sosial (RPS) Dinas Sosial Pemerintah Kota Tangerang. (lz)
Editor : Laila Zakiya