SOLOBALAPAN.COM - Alia Suryani, ibu Kamila Asy Syifa yang anaknya dinikahi oleh Gus Zizan geram.
Pasalnya, Kamila Asy Syifa jadi sorotan usai pernikahannya dengan Gus Zizan terungkap ke publik.
Kamila Asy Syifa dan Gus Zizan jadi bulan-bulanan lantaran pernikahannya digelar saat keduanya belum cukup umur.
'Gus zizan yg sempet viral karena dugem di club bareng zoe levana
Baru aja nikah sama Kamila Asy Syifa perempuan kelahiran 2007, btw gus zizan 2005,' tulis warganet lewat akun X @Rexthatch, dikutip pada Senin (7/10).
Komentar senada juga disampaikan oleh pengguna akun media sosial lainnya.
Komentar-komentar pedas itu lantas membuat Alia Suryani, yang merupakan ibu dari Kamila Asy Syifa menjadi geram.
Bahkan, dalam unggahannya di media sosial, Alia Suryani menilai bahwa orang-orang yang menghakimi anak dan menantunya itu bak SDM rendahan.
'Salah satu tanda kalian bagian dari SDM Rendahan adalah kalian sibuk mempersoalkan hal receh yang tidak mempengaruhi kehidupan kalian, kalian mengomentari sisi personal orang padahal tidak menambah benefit bagi hidup kalian, kalian banyak bertanya pada sesuatu yang tidak mendatangkan manfaat bagi kalian. Tidak kah kalian malu pada diri kalian sendiri?' tulis unggahan Instagram @bunda_aliyya.
'saking miskin nya ilmu di kepala kalian, sehingga kalian harus menjadikan pernikahan orang sebagai topik pembahasan kalian di tongkrongan hingga sosial media?' sambungnya.
Dalam unggahan lanjutannya, ibu mertua Gus Zizan itu kemudian mencontohkan kehidupan di jaman Nabi.
Baca Juga: Dharma Pongrekun Viral di X, Ucapannya saat Nilai Debat Pilkada Jakarta adalah Beban Jadi Sorotan
'Sayyidah Aisyah menikah dengan Baginda Nabi di usia yang belum genap 10 Tahun, Cut Nyak Dien menikah di usia 12 Tahun, Siti Oetari (Putri HOS Cokroaminoto) menikah di usia 16 tahun.
Kalau mau julid soal usia pernikahan, ga sekalian saja mention nama2 tokoh ini? Masa pemakan bangkai seperti kalian nanggung banget kalau mau ghibah orang?' tukasnya.
Unggahan mertua Gus Zizan itu lantas di-skakmat oleh Kalis Mardiasih, yang merupakan seorang aktivis dan kerap menyuarakan tentang perempuan.
Menurut Kalis Mardiasih, anggapan ibu mertua Gus Zizan itu tak relevan jika digunakan di masa kini.
'Untuk membenarkan perkawinan usia anak di tahun 2024, sampai perlu bawa riwayat yang berasal dari Abad ke 6, Tahun 1800an, dan 1921.
Abad ke 6, kondisi sosiologis masyarakat Arab saat itu masih membunuhi bayi perempuan, anak perempuan jadi korban perbudakan seksual dan "hadiah" tawanan perang. Menyelamatkan kemanusiaan perempuan dengan menikah dan memberikan hak yang pantas dalam pernikahan, pada Abad tersebut sudah pencapaian revolusioner.' tulisnya lewat X @mardiasih.
Menurut sang aktivis, sesungguhnya kaum wanita sudah berupaya menghapuskan pernikahan di usia muda sejak tahun 1921 lalu.
'Dan kaum Ibu dan Istri pada zaman tersebut telah mengorganisir diri untuk melawan perkawinan usia anak lho! Kaum Ibu saat itu sudah peduli dengan pendidikan perempuan, mikir cara menghasilkan bidan perempuan lebih banyak lagi karena kasus kematian Ibu dan Anak sangat tinggi! Dan para Ibu melawan perkawinan poligami!' cuitnya.
Lebih lanjut, Kalis Mardiasih lantas menuliskan sentilannya kepada wanita yang kerap disapa Bunda Aliyya itu.
'Nah, ini kan Ibu dan keluarga Ibu sudah hidup di tahun 2024, ya. Kita sudah lewat dari masa jahiliyyah yang masih gelap segelapnya, masa perang bersenjata atau masa memberantas buta huruf jelang merdeka nih, Bu. Jadi, ZAMAN SEKARANG kita sudah nyampe juga otak dan waktu kita buat mikirin KESEHATAN SEKSUAL DAN REPRODUKSI, HEALTHY RELATIONSHIP, sampe KESEHATAN MENTAL PULA, belum lagiiii PEMBANGUNAN MANUSIA BERKELANJUTAN, buuuu!
Mungkin kalendernya bisa diganti, Bu, jadi nggak jauh banget bayangin hidup di abad ke 6, tahun 1800an dan tahun 1921,' pungkasnya. (lz)
Editor : Laila Zakiya