SOLOBALAPAN.COM - Nama Erin Bugis kian jadi sorotan karena diduga terlibat dalam video viral yang di unggah oleh bebrapa orang di media sosial.
Bermula dari satu akun media sosial yang mengunggah potongan video diduga milik Erin Bugis dan kekasihnya.
Kekasih perempuan di video tersebut nampak mengenakan pakaian berwarna abu-abu lengkap dengan hijab panjangnya.
Berdasarkan potongan video tersebut diduga mereka tengah melakukan tindak asusila di dalam sebuah mobil.
Nampak dari beberapa rekaman video yang menunjukkan aksi asusila. Namun video-video tersebut telah dipenggal dalam beberapa part.
Kasus viral ini jadi sorotan publik, pasalnya beberapa waktu lalu sempat turut beredar kasus video syur yang dilakukan oleh oknum guru berinisial DH dan PPT siswanya sendiri di Gorontalo.
Oleh karena itu, beragam himbauan terkait penyebaran video dewasa makin ditekankan oleh kepolisian. Ada ancaman denda dan hukuman bagi pelaku penyebaran video asusila milik orang lain.
Pelaku dapat dikenakan sanksi sesuai dengan UU Pornografi No. 44 Tahun 2008 Pasal 4 ayat (1), yang melarang penyediaan dan penyebaran materi pornografi.
Hukuman untuk pelanggaran ini adalah penjara minimal 6 bulan dan maksimal 12 tahun, serta denda antara Rp 250 juta hingga Rp 6 miliar.
Berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh solobalapan.com, berikut link dan beberapa akun yang menyebarkan link video diduga milik Erin Bugis:
1. Akun TikTok @erinnbugisviral
2. Akun TikTok @gembel.elite06
3. Akun TikTok @abangcollector_
4. Akun TikTok @haikal23y
5. Akun TikTok @mherucan
6. Akun TikTok @mobil.brio.viral81
Bahkan, beberapa akun TikTok ini turut mengunggah potongan-potongan video seorang perempuan yang tengah melepas hijabnya di sebuah mobil.
Ada dugaan mereka tengah merekam adegan dewasa, namun sampai berita ini diterbitkan masih belum ada konfirmasi yang dibeberkan oleh perempuan di video ini.
Sperti yang di unggah di akun @mobil.brio.viral81, Ia bahkan menampilkan video srupa yakni saat perempuan yang ada di dalam mobil tersebut tidak lagi menggunakan busana.
Berdasarkan informasi yang diperoleh melalui komentar di TikTok, diduga mereka membuat video ini untuk konsumsi pribadi namun sayangnya tersebar luas di media sosial. (nda)
Editor : Nindia Aprilia