SOLOBALAPAN.COM - Siswi berinisial PPT belakangan jadi viral setelah video syur guru dan murid di Gorontalo beredar di media sosial.
Dalam video 5,48 menit yang mencuat di media sosial, PPT yang merupakan siswi MAN di Gorontalo bersama dengan gurunya sedang berada di sebuah ruangan yang disebut-sebut sebagai kamar kos.
Guru dan murid di Gorontalo itu tampak sedang melakukan hubungan layaknya suami-istri sehingga mendapatkan banyak kecaman dari warganet.
Kini, DH yang merupakan oknum guru di Gorontalo itu berhasil diamankan pihak kepolisian dan ditetapkan sebagai tersangka.
Sementara PPT, dikabarkan sudah dipindahkan dari sekolah asalnya.
Terbaru, muncul curhatan yang diduga disampaikan oleh PPT.
Lewat sebuah unggahan Facebook yang diduga milik PPT, ia mengaku merasa malu lantaran video syur 5,49 menit itu tersebar.
Walaupun demikian, sosok diduga PPT itu bersyukur lantaran dirinya tak harus menjadi pemuas nafsu lagi setelah video syur tersebut terungkap.
'Saya sangat malu untuk video yang beredar. Karena saya sudah sangat sangat bersyukur kepada Allah tidak menjadi budak se*s lagi walau saya mungkin dikucilkan dari orang orang yang tidak tahu benar keadaan saya dan menjadi diri saya,' tulis sosok diduga PPT di akun Facebooknya.
Lebih lanjut, sosok diduga PPT itu kemudian mengungkap jika selama menjadi budak sang guru, hidupnya terasa begitu sengsara.
'Jika pandangan kalian tentang saya di video itu salah saya sangat memohon maaf. Dan saya mohon jangan kalian nilai hanya dengan 5 menit kalian menilai saya menikmati atau sebagainya. Karena banyak hari sampai bertahun yang saya lewati dengan sengsara,' sambungnya.
Alasan PPT berhubungan badan dengan DH gurunya itupun sebelumnya juga berhasil terungkap.
Bukan suka sama suka, PPT mulanya hanya silau dengan perhatian yang diberikan oleh DH.
Apalagi, PPT merupakan seorang yatim piatu yang kini sudah tak lagi mendapatkan perhatian dari kedua orang tuanya.
'Awal saya yang memang belum paham tentang kasih sayang yang sesungguhnya menganggap itu seperti seorang ayah kepada anak juga terkadang memberikan untuk kehidupan. Tapi semua itu ternyata penilaian saya salah saat saya mulai di peluk, disentuh bagian vital dan lain,' tulis PPT dalam unggahannya.
Hingga pada saat sang oknum guru mulai menyentuh bagian vitalnya, PPT mengaku sudah menolak.
Namun penolakan tersebut tetap dilakukan DH dengan ancaman PPT akan dikeluarkan dari sekolah. (lz)
Editor : Laila Zakiya