SOLOBALAPAN.COM - Viral guru ngaji di pondok pesantren yang berada di Bekasi diduga melakukan tindak pencabulan kepada santriwati.
Dari kabar sementara, sebanyak 6 orang santriwati diduga menjadi korban tindak pencabulan di ponpes Bekasi tersebut.
Dalam narasi yang beredar, dugaan tindak pencabulan tersebut terjadi di Pondok Pesantren Al Qona'ah Bekasi.
Pengakuan soal dugaan tindak pencabulan itu disampaikan oleh TM selaku orang tua dari korban.
Mulanya, TM mendapatkan laporan pengaduan dari putrinya.
Saat itu, putrinya yang disebut sebagai korban, tiba-tiba saja menginginkan untuk berhenti mengaji di ponpes tersebut.
Ketika ditanya alasannya, ternyata putri TM mengaku mendapatkan tindakan tak wajar dari oknum guru ngaji di ponpes tersebut.
"Pengakuan anak saya dia bilang mamah, nyai mah pengen berhenti ngaji, emang kenapa nyi? Embung katanya gitu," kata TM menirukan laporan putrinya, seperti dikutip dari dari akun X @dh**********ck, Jumat (27/9/2024).
Dikatakan putrinya, TM membongkar tindakan tak senonoh yang dialami putrinya itu.
"Lah masa guru gak pantes atuh malam-malam masuk ke kamar langsung naik ke badan nyai langsung nindihin nyai, dibelai di cium gitu," bebernya.
Tentunya TM langsung tak terima mendengar pengakuan dari putrinya itu.
Dari pengakuan TM, oknum guru ngaji tersebut sudah melakukan aksi tak terpuji tersebut berulang kali.
Bahkan diduga sudah ada 6 korban yang jadi sasaran aksi keji oknum guru ngaji tersebut.
Lebih lanjut, salah satu korban disebut sampai hamil lantaran perbuatan cabul oknum guru ngaji di Bekasi itu.
Namun anak yang ada dalam kandungan korban oknum guru ngaji itu disebut sudah digugurkan. (lz)
Editor : Laila Zakiya