SOLOBALAPAN.COM - Di tengah beredarnya video syur berdurasi 5,48 menit yang diduga dilakukan oleh oknum guru dan murid di Gorontalo, kini ikut beredar video haru pelaku.
Diketahui, pelaku perempuan dalam video syur viral ini adalah Pasya Pratiwi Toiti, salah satu OSIS di M*N 1 Go*****lo.
Video haru ini di unggah oleh akun TikTok R*****gs. Dalam video yang beredar, PPT bagikan moment sedih hingga membuatnya berkaca-kaca.
''Kak udah pernah bilang sayang ke orang tua kak?'' ucap R*****gs kepada PPT.
"Maaf mas kebetulan saya yatim piatu, tapi sebelum mama papa meninggal pernah bilang" jawab PPT yang berusaha menutupi rasa sedihnya dengan senyuman.
"Emm kasih dong kak, ucapan terima kasih sama bilang sayang ke orang tuanya" jawab R*****gs.
"Buat mama papa yang insyaallah udah tenang di sana, thankyou. Terima kasih untuk yang pernah diberikan selama hidup sama P*sya, I love You, P*sya gak akan berhenti berdoa untuk mama dan papa" lanjut Pasya.
Moment video haru ini justru jadi sasaran warganet yang turut nyinyir dengan kalimat yang di ucapkan oleh P*sya.
Pasalnya video ini di unggah pada saat video syur diduga dilakukan oleh Pasya dan oknum guru viral di media sosial.
"Tapi ngelihat di videonya seperti sama-sama mau melakukan itu, atau mungkin P*sya terpaksa mematuhi perintah gurunya?" tulis @S*******4.
"Tapi dia nyosor banget loh kaya udah biasa ngelakuin itu" ucap @its*****18.
Baca Juga: Viral Video Syur 5,48 Menit Guru dan Murid di Gorontalo, Nama Pasya Pratiwi Toiti Kini Diburu
"Gue yakin itu bukan kejadian sekali dua kali doang deh, udah pro gitu" nyinyir akun @hus******ms.
Sementara itu, sampai berita ini diterbitkan tagar Guru masih menjadi trending topik di X dengan menampilkan cuplikan video syur viral milik Pasya dan oknum guru.
Pemilik akun R*****gs ini juga berikan pesan agar video tersebut tidaik disebarkan, namun nampaknya sudah menjadi konsumsi publik.
"Pliss stop sebarin video viral di, kasian mental orang itu beda-beda ga semuanya kuat" tulis R*****gs.
Jika melihat dari latar belakangnya sebagai seorang siswa, Ia sepertinya membutuhkan pendampingan untuk kasus ini.
Apalagi dia merupakan seorang Yatim Piatu dan membutuhkan support untuk menjalani kehidupan dan mewujudkan impiannya. (nda)
Editor : Nindia Aprilia