SOLOBALAPAN.COM - Aksi Masriwati, seorang oknum ASN yang melarang jemaat Kristen berdoa di Bekasi viral di media sosial.
Kabar dugaan intoleransi yang dilakukan oleh Masriwati selaku ASN di Bekasi kepada tetangganya itu rupanya terdengar sampai ke telinga anggota DPRD Bekasi Samuel Sitompul.
Samuel Sitompul selaku anggota DPRD Bekasi menegaskan bahwa Masriwati selaku ASN seharusnya diberikan tindakan tegas setelah melarang tetangganya yang merupakan umat Kristiani untuk melakukan ibadah di rumahnya sendiri.
Video Masriwati saat melarang tetangganya dan para jemaat Kristen untuk melakukan ibadah di Bekasi viral di media sosial.
Kepada para jemaat yang mulai mendatangi rumah tetangganya itu, Masriwati melarang untuk dilakukan ibadah dengan alasan tidak memiliki izin.
"Ibadah itu harus ada izin," teriak Masriwati dalam video yang viral tersebut.
Samuel Sitompul menganggap aksi intoleransi yang ditunjukkan oleh oknum ASN itu dapat mencoreng nama baik Kota Bekasi.
Apalagi, selama ini Bekasi dapat penghargaan sebagai Kota Toleran urutan nomor dua di Indonesia.
“Kota Bekasi diramaikan dengan kejadian yang mencoreng nama baik kota ini. Dimana Kota Bekasi sebelumnya pernah mendapatkan penghargaan kota toleran nomor dua di Indonesia. Tapi sekarang dirusak oleh oknum ASN yang viral karena melakukan dugaan intoleransi.” ujar Samuel Sitompul.
Samuel lantas meminta pihak berwajib dalam hal ini Pj Wali Kota Bekasi untuk mengambil sikap tegas.
Salah satunya, Samuel menilai jika Masriwati pantas untuk dicopo dari jabatannya sebagai ASN karena permasalahan tersebut.
“Kalau perlu dilakukan pemecatan karena sudah merusak toleransi di Kota Bekasi,” tukasnya.
Lebih lanjut, Masriwati dikenal sebagai ASN eselon 3B yang menjabat sebagai Kepala Bidang atau Kabid di Diparbud Bekasi.
Usai video Masriwati tersebut viral, akun media sosial milik Disparbud Bekasi pun dibanjiri komentar warganet yang mendesak agar sang ASN segera dipecat. (lz)
Editor : Laila Zakiya