SOLOBALAPAN.COM - Vadel Badjideh terus menjadi sorotan publik setelah dilaporkan oleh Nikita Mirzani ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Laporan tersebut terkait dugaan persetubuhan dan pemaksaan aborsi terhadap Laura Meizani Mawardi, yang lebih dikenal sebagai Loly.
Pria berusia 20 tahun itu membantah semua tuduhan dan mengadakan konferensi pers untuk menunjukkan bukti berupa foto USG.
Merasa ada kejanggalan dengan bukti tersebut, Nikita pun mengungkapkan pendapatnya melalui akun Instagram-nya @nikitamirzanimawardi.
Ia bahkan meragukan keabsahan bukti tersebut dan menyatakan bahwa itu tidak cukup untuk menghentikan laporannya.
Di sisi lain, wanita berusia 38 tahun itu juga mengungkapkan fakta lain yang mengejutkan publik.
Salah satu informasi tersebut berkaitan dengan penemuan video syur Lolly di ponsel Vadel.
Nikita menyebutkan bahwa putrinya memiliki video tak berbusana yang diduga telah dikirimkan kepada Vadel.
"Gila, udah ada video telanjang, gua aja kayak begini gak ada video-video telanjang," ujar Nikita sambil marah-marah.
Selain itu, Nikita juga mulai membongkar tentang teripang Vadel, yang ia klaim telah tersebar di mana-mana.
Postingan mengenai teripang tersebut diunggahnya ke media sosial Instagram, sehingga menarik perhatian warganet di Indonesia.
"Razman, lu ini kalau dapet klien riset dulu nggak sih, tentang apa yang sudah keluar di berita?" sindir Nikita kepada Razman, kuasa hukum Vadel Badjideh.
Ia kemudian melanjutkan bahwa apa yang disebut teripang Vadel Badjideh tersebut telah tersebar di media sosial.
"Lu mau lihat nggak, teripangnya si Vadel? Lu bisa lihat teripangnya di situ terpampang nyata," tegasnya.
Ternyata, teripang yang dimaksud Nikita Mirzani adalah foto syur Vadel Badjideh.
Informasi ini diperoleh dari akun Instagram @suaranetizenind yang membagikan foto alat vital yang diduga milik Vadel.
Foto tersebut dikirim Vadel ke beberapa wanita.
"Anak umur 20 tahun kok udah jago banget ya, ngelakuin hal kayak gini. Ajaran emak bapak lu kah begini?" tulis keterangan dalam foto tersebut. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo