SOLOBALAPAN.COM - Curhatan kakak Nia Kurnia Sari, remaja 18 tahun yang ditemukan tewas terkubur di Padang Pariaman cukup pilu.
Rini, kakak Nia Kurnia Sari mengaku kehilangan usai jasad adiknya ditemukan tewas terkubur tanpa busana di Padang Pariaman, hanya berjarak 500 meter dari tempat tinggalnya.
Dikatakan Rini, Nia Kurnia Sari merupakan remaja yang gigih dan punya kemauan yang kuat.
Dikenal pantang menyerah, Rini menerangkan jika Nia Kurnia Sari adiknya sudah berjualan gorengan sejak kelas 4 SD.
Setiap harinya banting tulang menjajakan gorengan keliling, Rini mengungkapkan bahwa Nia Kurnia Sari merupakan tulang punggung di keluarganya.
Walaupun demikian, Rini menjelaskan bahwa Nia Kurnia Sari merupakan anak yang sopan dan ramah.
"Nia itu ceria, pendiam, sopan, ramah," kata Rini, dikutip dari tvOne, Selasa (17/9).
Dalam pengakuannya, Rini menyebut jika adiknya punya cita-cita untuk berkuliah.
Hal tersebut sebenarnya dirasa cukup sulit untuk digapai, mengingat jika keluarga mereka berasal dari keluarga miskin.
Namun Nia Kurnia Sari pantang menyerah, ia akhirnya memutuskan untuk menjajakan gorengan keliling sejak kelas 4 SD hingga akhirnya lulus SMA.
Dari hasil kerja kerasnya setiap hari itu, Nia Kurnia Sari juga tak mengumpulkan uang yang banyak.
Dikatakan bahwa Nia Kurnia Sari berhasil menabung Rp3 juta dari hasil kerjanya untuk digunakan sebagai biaya kuliah.
Sehari-harinya, Nia Kurnia Sari hanya bisa mengantongi hasil jualan sebanyak Rp30 ribu.
Walaupun begitu, Nia Kurnia Sari tetap rajin bekerja demi memenuhi keinginannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah.
Lebih lanjut, Rini menegaskan bahwa keluarga menginginkan pelaku pembunuhan adiknya dapat segera ditangkap dan diadili.
"Kami mau pelakunya ditangkap dan dihukum mati. Tidak sewajarnya pelaku melakukan itu pada Nia. Dia kan untuk mencari duit untuk kuliah dia," katanya. (lz)
Editor : Laila Zakiya