SOLOBALAPAN.COM - Kepergian Nia Kurnia Sari secara tragis masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan sahabatnya.
Nia meninggal dunia dengan dugaan kuat mengalami rudapaksa dan pembunuhan yang dilakukan oleh beberapa orang.
Kasus hilangnya Nia Kurnia Sari sempat viral di media sosial, hingga beberapa hari kemudian tubuhnya ditemukan tak bernyawa.
Tragisnya, korban ditemukan dalam keadaan terkubur tanpa busana di hutan Padang Pariaman.
Sebelum kejadian, Nia sempat berpamitan kepada keluarganya untuk menjual gorengan di sekitar area desa tempat tinggalnya.
Menurut informasi dari akun TikTok @infopastisumbar, Ibu Samina Wati, pemilik usaha gorengan tempat Nia bekerja, turut mengungkapkan kesedihannya atas kepergian Nia.
Ia menceritakan kegigihan Nia dalam menjual gorengan yang diambil dari tempatnya.
"Awalnya setor 800, jadi untungnya Nia hanya 200 rupiah per gorengan," ungkap Ibu Samina Wati.
Diketahui, Nia Kurnia Sari biasa membawa 250 gorengan untuk dijual kepada warga sekitar. Jumlah itu cukup banyak, mengingat tubuh mungil Nia harus menghabiskan dagangan tersebut setiap hari.
Meski begitu, ia hanya mendapat keuntungan 200 rupiah untuk setiap gorengan yang berhasil dijualnya.
"Kadang-kadang Nia bisa dapat keuntungan Rp 40 ribu sampai Rp 45 ribu setiap harinya," tambah bos gorengan tersebut.
Setelah kepergian Nia, Ibu Samina Wati harus mengurangi jumlah barang dagangannya karena kehilangan tenaga kerja.
Sebelumnya, ia membutuhkan seorang karyawan untuk membantu menyiapkan gorengan yang akan dijual Nia. Namun kini, ia harus beroperasi tanpa karyawan.
Ia juga menuturkan bahwa Nia sudah menjadi penjual gorengan sejak duduk di bangku SMP.
"Nia dari SMP sudah jualan," lanjutnya.
Kepergian Nia Kurnia Sari masih meninggalkan luka yang mendalam bagi keluarganya. Hingga saat ini, penyebab pasti kematian Nia belum juga terungkap. (nda)