SOLOBALAPAN.COM - Seorang bocah berusia 12 tahun di Cimahi jadi korban pelecehan seksual oleh MR (33), yang merupakan tetangga sekaligus teman dari kakaknya.
Pelecehan seksual tersebut bermula saat bocah 12 tahun itu sedang bermain di balongan sekitar rumah yang berlokasi tak jauh dari kediaman pelaku.
Keponakan pelaku MR ternyata juga merupakan teman dari bocah 12 tahun tersebut.
Saat itu, keponakan pelaku mengajak bocah 12 tahun itu untuk bermain di rumahnya.
Ketika sore tiba, pelaku meminta anak-anak untuk pulang ke rumah masing-masing.
Namun korban justru ditahan untuk tetap berada di lokasi kejadian.
Pelecehan seksual tersebut terjadi ketika korban kemudian dibawa ke kamarnya dan mulai diraba.
Pihak keluarga mulanya tak tahu jika bocah 12 tahun itu menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh MR.
'Apalagi bapak saya belum tahu sama sekali karena beliau sedang mengobati penyakit kanker nya. Pelaku merupakans tetangga dan teman dari kakak laki² saya,' tulis akun X @pisces_0399 yang merupakan keluarga korban, dikutip pada Jumat (13/9).
Usai mengalami kejadian tak menyenangkan tersebut, bocah 12 tahun itu sempat mengalami pendarahan selama 18 hari.
Bahkan bocah tersebut sampai terjatuh saking lemasnya.
Ketika dibawa ke RS Mitra Kasih Cimahi, dokter kandungan tak menerangkan jika selaput organ intim korban robek, sehingga keluarga tak menyimpan kecurigaan apapun.
Keluarga justru baru mengetahui kasus tersebut ketika membawa korban ke RS Paster Bandung karena kondisinya yang semakin memburuk.
Dari hasil visum dan psikolog yang menangani korban, keluarga mendapat informasi mengenai pelecehan seksual yang dilakukan oleh MR tersebut.
'Hasil visum dan dari psikolog pun memang membenarkan bahwa selaput intim adik sudah robek, adik saya awalnya tidak mau menceritakan kejadian ini karena merasa takut tapi setelah dibujuk akhirnya dia bercerita ke bibi nya dan bibinya menceritakan ke ibu saya,' sambungnya.
Sayangnya, pelaku diketahui sudah tak berada di rumahnya ketika polisi mencoba menangkap paksa MR.
Sementara itu, bocah 12 tahun yang menjadi korban pelecehan seksual itu hingga saat ini masih rutin melakukan pengobatan dengan transfusi darah di rumah sakit setiap minggunya. (lz)
Editor : Laila Zakiya