Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Apa itu Brandoville Studios? Perusahaan Game yang diduga Lakukan Bullying kepada Karyawan, Begini Kronologi Lengkapnya

Didi Agung Eko Purnomo • Jumat, 13 September 2024 | 03:13 WIB
Brandoville Studios.
Brandoville Studios.

SOLOBALAPAN.COM - Perusahaan Brandoville Studios di Indonesia belakangan ini menjadi sorotan karena dugaan praktik perundungan.

Meskipun perusahaan tersebut sudah ditutup pada Agustus 2024, isu ini baru muncul belakangan dan diungkapkan oleh sejumlah mantan karyawan.

Diduga, tindakan perundungan ini melibatkan Cherry Lai, istri dari CEO Ken Lai.

Berbagai tindakan tidak menyenangkan tersebut telah terungkap, sementara terduga pelaku sulit dihubungi karena menutup seluruh akun media sosialnya.

Setelah penutupan Brandoville Studios, ada spekulasi bahwa mereka mendirikan studio baru dengan nama Lailai Studios.

Apa itu Brandoville Studio?

Brandoville Studios adalah sebuah studio kreatif yang mengkhususkan diri dalam pengembangan permainan video dan animasi.

Berlokasi di Indonesia, studio ini bertujuan untuk menawarkan kualitas tinggi dalam pembuatan game dan aset visual.

Didirikan oleh Ken Lai, Brandoville Studios dikenal sebagai perusahaan yang mengembangkan aset game.

Termasuk artwork untuk judul-judul besar seperti Gears of War 5, The Last of Us Part 1, dan Final Fantasy VII Remake, serta banyak lagi.

Kronologi Kasus

Setelah penutupan Brandoville Studios pada pertengahan Agustus lalu.

Sejumlah mantan pegawai mulai mengungkap pengalaman buruk mereka selama bekerja di studio tersebut, yang memicu kemarahan di kalangan netizen.

Pengguna Twitter X @bisher_d790 membagikan bukti-bukti mengenai pelecehan yang dialaminya bersama rekan-rekannya di bawah kepemimpinan Cherry Lai, Co-Owner Brandoville dan istri CEO.

Beberapa di antaranya mencakup pelecehan fisik dan manipulasi terhadap para pegawai studio.

Berikut adalah daftar bentuk perundungan yang dilaporkan terjadi di Brandoville Studios:

- Diminta untuk berbicara dengan cara yang dianggap sopan menurut standar yang tidak jelas.
- Harus menampar diri sendiri sebanyak 100 kali, dengan aktivitas tersebut direkam.
- Diwajibkan hadir pada jam-jam tidak lazim, seperti pukul 2 pagi.
- THR (Tunjangan Hari Raya) ditahan.
- Gaji dipotong tanpa alasan yang jelas.
- Diminta untuk pindah rumah.
- Dilarang menghubungi keluarga.
- Tidak bisa mengambil cuti meskipun orang tua meninggal dunia.
- Karyawan hanya menerima gaji maksimal sebesar 5 juta per bulan.

Hingga saat ini, baik Ken Lai maupun Cherry Lai belum memberikan pernyataan resmi mengenai tuduhan pelecehan di lingkungan kerja di akun media sosial. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#karyawan #viral #kronologi #Brandoville Studios #Perusahaan Game #bullying