SOLOBALAPAN.COM - Kasus perundungan atau bullying di SMK 1 Gorontalo berhasil bikin geger warganet.
Dalam video yang viral beredar di media sosial, terlihat seorang siswa SMK 1 Gorontalo menjadi korban bullying temannya.
3 lawan 1, korban awalnya terlihat disiram oleh pelaku di sebuah halaman dengan masih mengenakan seragam putih abu-abu milik SMK 1 Gorontalo.
Saat penganiayaan dilakukan oleh ketiga pelaku tersebut, korban ARD (14 tahun) sempat ketakutan.
Apalagi dalam video tersebut muncul pula momen saat ARD tak sadarkan diri di atas bangku semen.
ARD saat itu terlihat sudah tak sadarkan diri dengan darah yang mengucur dari mulutnya.
Untungnya, 4 pelaku yang terdiri dari 3 penganiaya dan 1 perekam video kini berhasil ditangkap oleh polisi.
Polsek Kota Utara, Gorontalo, berhasil meringkus keempat pelaku yang masih berstatus sebagai siswa SMK itu.
"Sudah diamankan dan semuanya masih tercatat sebagai siswa," ungkap Kapolsek Kota Utara, Iptu Fredy, dilansir pada Rabu (12/9).
Tim Unit Reskrim Polsek Kota Utara masih melakukan pendalaman terkait kasus bullying terhadap siswa SMK 1 Gorontalo tersebut.
Polisi masih mencari tahu motif di balik aksi bullying yang dilakukan oleh keempat pelaku kepada teman sekolahnya.
Sementara itu, korban ARD masih menjalani perawatan di rumah sakit yang berada di Gorontalo.
Kasus bullying di SMK 1 Gorontalo itu juga jadi sorotan lantaran pihak Kepala Sekolah sempat mencoba menutupi aksi kekerasan yang dilakukan keempat siswanya.
Sang Kepsek mengatakan bahwasanya para siswa dalam video tersebuut hanya sedang melakukan pemukulan, bukannya perundungan.
Tentu saja, pernyataan Kepsek SMK 1 Gorontalo itu berhasil membuat geram warganet di media sosial. (lz)
Editor : Laila Zakiya