Kisah perjuangan Nia dimulai dari kesehariannya sebagai penjual gorengan, dengan penghasilan harian yang hanya berkisar Rp 35 ribu.
Meski penghasilannya kecil, Nia tetap gigih bekerja demi menabung untuk melanjutkan pendidikan.
Bahkan, dalam pesan terakhirnya kepada sahabat dekatnya, Acha, Nia sempat mengeluhkan betapa sulitnya hidup saat ia harus membayar utang dan menabung untuk kuliah.
"Aku sangat ingin kuliah biar punya suasana baru dan teman baru, tapi sekarang susah," tulis Nia kepada Acha, seperti yang diungkapkan dalam unggahan TikTok sahabatnya itu.
"Universitas Andalas (Unand) tu ga ada jalur KIP ca, kalo ga aku langsung gas daftar"
"iya ca aku coba UIN ca, mereka untung nya nerima jalur KIP, Doain ajalah"
"itu lah, aku pengen kali besok ni kuliah biar dapat temen baru, suasana baru"
"ga tau aku, tiba pula posesif mama ku"
Baca Juga: Acha Beberkan Keinginan Nia Kurnia Sari untuk Kuliah! Naasnya Ditemukan Meninggal Dunia saat Jualan Gorengan di Padang Pariaman!
"kirain kalau udh jalur mandiri ngga bisa dapatin beasiswa"
Sayangnya, nasib buruk menimpa Nia. Setelah berpamitan kepada keluarganya untuk berjualan gorengan, ia tidak pernah kembali.
Beberapa hari kemudian, tim pencari menemukan tubuh Nia terkubur di hutan dalam kondisi tanpa busana, sebuah kejadian yang mengejutkan masyarakat sekitar.
Peristiwa tragis ini tidak hanya menghancurkan harapan Nia untuk melanjutkan pendidikannya, tetapi juga menyisakan duka mendalam bagi keluarganya.
Kasus kematian Nia kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, sementara doa dan dukungan terus mengalir demi almarhum Nia mendapatkan keadilan seadil-adilnya. (nda)
Baca Juga: Acha Beberkan Keinginan Nia Kurnia Sari untuk Kuliah! Naasnya Ditemukan Meninggal Dunia saat Jualan Gorengan di Padang Pariaman!