SOLOBALAPAN.COM - Acha menjadi salah satu saksi hidup yang mengetahui betapa gigihnya Nia Kurnia Sari saat berjualan gorengan demi mencukupi kebutuhan dan mewujudkan keinginannya untuk berkuliah.
Sebelum ditemukan terkubur tanpa busana dan meninggal dunia, Nia sempat berpamitan untuk berjualan gorengan.
Sayangnya, ia kemudian dinyatakan hilang dan ditemukan tidak bernyawa oleh tim pencarian.
Berdasarkan unggahan Acha di akun TikTok @imvirgogirl7, ia turut membagikan pesan singkat yang dikirim oleh sahabatnya, Nia.
Dalam unggahan tersebut, Acha menyebutkan bahwa Nia memiliki keinginan besar untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
"Mereka jahat, mereka kejam. Semudah itu mereka merusak impian kita, Nia. Acha masih belum bisa terima Nia pergi dengan cara seperti itu," tulis Acha.
Acha juga mengungkapkan bahwa semasa hidupnya, Nia memiliki cita-cita besar untuk sukses di masa depan.
"Kita punya banyak cita-cita yang bakal kita wujudkan sama-sama. Tapi mereka menghancurkannya. Nia, tenang di sana. Acha selalu berdoa semoga para pelaku mendapat balasan yang setimpal," lanjutnya.
Dalam unggahan terakhirnya, Acha menunjukkan tangkapan layar pesan Nia yang mengungkapkan betapa sulitnya kehidupan yang dijalani sahabatnya itu.
"Iya Ca, sekarang aku harus bayar utangku ke paman, setelah itu baru bisa menabung lagi buat kuliah, tapi sekarang susah, biasanya sehari dapat 40, sekarang cuma dapat 35," tulis Nia kepada Acha (diterjemahkan dalam bahasa Indonesia).
"Aku sangat ingin kuliah besok, biar punya teman baru dan suasana baru."
"Unand nggak ada jalur KIP, Ca."
"Kalau ada, langsung gas daftar."
"Iya Ca, aku mau coba UIN yang bisa nerima jalur KIP."
"Doakan saja."
Itu adalah kalimat yang ditulis oleh Nia Kurnia Sari saat membahas rencana kuliahnya bersama Acha.
Nia juga mengungkapkan keinginannya untuk mendaftar di salah satu universitas di daerahnya, namun di sana tidak menyediakan beasiswa.
Oleh karena itu, Nia berusaha mengumpulkan uang dengan gigih berjualan gorengan demi mewujudkan cita-citanya untuk kuliah. (nda)