Sebelum kejadian nahas itu, Nia dikenal sering membawa dagangannya ke sekolah dan terus berjualan di sekitar desa setelah lulus.
Ia bekerja keras demi mengumpulkan uang untuk biaya kuliah, sebuah impian besar yang ingin ia wujudkan.
Sahabat dekat Nia, Acha, mengungkapkan bahwa Nia sangat bersemangat dengan rencananya untuk berkuliah.
“Nia sering cerita soal keinginannya kuliah. Dia gigih mencari uang dengan berjualan gorengan demi mewujudkan mimpinya itu,” ujar Acha.
Namun, takdir berkata lain. Nia sempat dinyatakan hilang setelah berpamitan untuk berjualan di sekitar desanya.
Proses pencarian menemukan barang-barang miliknya berserakan di hutan, hingga akhirnya tubuh Nia ditemukan terkubur tanpa busana di sebuah gundukan tanah.
Kepergian Nia menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan sahabat-sahabatnya.
Kini, kasus kematiannya masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, sementara doa dan dukungan dari masyarakat terus mengalir untuk menuntut keadilan bagi Nia.
Baca Juga: Di Tengah Isu Viralnya Akun Kaskus Fufufafa, Gibran Rakabuming Blusukan Bersama Respati Ardi – Astrid Widayani di Kota Solo!
Impian Nia untuk melanjutkan pendidikan kini tinggal kenangan, namun semangat dan perjuangannya akan selalu dikenang oleh orang-orang terdekatnya.
Sementara itu, Acha sahabat Nia turut bagikan moment ketika mereka tengah berlatik bela diri bersama.
Diketahui, Nia memang pandai bela diri dan kerap berlatih hingga larut malam bersama Acha sahabatnya itu.
Namun nahasnya, di hari itu Nia tak memiliki cukup tenaga untuk melawan pelaku pembunuhannya yang lebih dari satu orang itu. (nda)