SOLOBALAPAN.COM - Belakangan ini, akun Kaskus bernama Fufufafa menjadi perbincangan hangat di media sosial. Akun tersebut diduga milik Gibran Rakabuming, putra pertama Presiden Joko Widodo.
Akun Kaskus ini viral setelah unggahannya beberapa tahun lalu yang dianggap menghina sejumlah tokoh politik, salah satunya adalah Prabowo Subianto.
Hal ini menarik perhatian publik, mengingat saat ini Gibran dan Prabowo berada di pihak yang sama sebagai pasangan Presiden dan Calon Presiden untuk menggantikan Joko Widodo.
Setelah sekian lama menjadi sorotan di media sosial, khususnya di platform X (sebelumnya Twitter), kini muncul titik terang yang semakin memperkuat dugaan bahwa akun Kaskus tersebut memang milik Gibran Rakabuming pada masa itu.
Seperti yang diunggah oleh akun X @kafiradikalis, ia membagikan tangkapan layar postingan akun Fufufafa yang diduga milik Gibran.
Saat itu, akun tersebut berkomentar di sebuah unggahan yang terkait dengan Joko Widodo.
Dalam tangkapan layar tersebut, terdapat komentar dari akun bernama taufik yang menyebut, “Pnastak Terkentut-kentut 'Cuci Uang Sistematis' Jokowi sembunyikan anak pertamanya.”
Akun Fufufafa kemudian memberikan respons dengan tegas, yang semakin memperkuat dugaan bahwa pemilik akun tersebut adalah Gibran.
"Sini lo njin*, gue gak ngumpet, sini gue ladenin," tulisnya.
Tak hanya itu, berbagai unggahan dari akun Fufufafa juga menjadi viral setelah menghina sejumlah tokoh.
Baca Juga: Banjir Hadiah, AK Tekstil Gelar Fun Walk dan Senam Bersama untuk Semarakkan Dies Natalis ke-9
Salah satunya diungkap oleh akun X @DokterTifa yang memperlihatkan tangkapan layar lain dari akun tersebut.
Beberapa pernyataan kontroversial yang ditulis oleh akun Fufufafa antara lain:
"Istri cerai, anak homo, terus mau lebaran sama siapa?"
"Kasihan capres yang anaknya fashion designer homo."
Warganet di platform X pun ramai-ramai meminta agar para politikus segera menyelidiki siapa pemilik asli akun Kaskus Fufufafa ini.
Pasalnya, jejak digital akun tersebut cukup banyak, dan berbagai hinaan yang ia lontarkan masih dapat ditemukan hingga saat ini. (nda)
Editor : Nindia Aprilia