Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Pesan 80 Boks Nasi Bungkus per Hari hingga Bayari Jurnal Senior, Satu-Satu Kebengisan yang Diterima Aulia Risma saat PPDS Anestesi Undip Terungkap

Laila Zakiya • Minggu, 8 September 2024 | 23:26 WIB
Dokter muda Aulia Risma Lestari diduga akhiri hidupnya akibat mendapat bullying saat jalani PPDS Anestesi di Undip Semarang.
Dokter muda Aulia Risma Lestari diduga akhiri hidupnya akibat mendapat bullying saat jalani PPDS Anestesi di Undip Semarang.

SOLOBALAPAN.COM - Satu per satu kebengisan yang diterima dokter muda Aulia Risma Lestari, mahasiswi PPDS Anestesi Universitas Diponegoro terungkap.

Hingga kini, pihak kepolisian hingga Kemenkes masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus tewasnya Aulia Risma Lestari yang diduga dilatarbelakangi lantaran adanya dugaan bullying atau senioritas di kalangan PPDS Anestesi Undip.

Ibu Aulia Risma Lestari juga sudah melaporkan dugaan perundungan di lingkungan PPDS Anestesi Undip yang disebut-sebut jadi penyebab tewasnya sang anak itu ke Polda Jawa Tengah (Jateng).

Di tengah penyelidikan kasus tewasnya Aulia Risma, senioritas yang disebut diterima sang dokter muda pun terungkap satu per satu.

Setelah Kemenkes menyebut jika Aulia Risma harus mengumpulkan dana Rp20-40 juta per bulan demi memenuhi kebutuhan seniornya, Misyal Achmad selaku kuasa hukum keluarga korban mengungkapkan fakta lainnya.

Dikatakan bahwa Aulia Risma harus mengangkat-angkat galon dan memesan sebanyak 80 boks nasi kota ketika menjadi mahasiswi PPDS Anestesi Undip Semarang.

"Itu dilakukan setiap hari," ungkap Misyal.

Bukan cuma itu saja, soal finansial, Aulia Risma diminta untuk mengumpulkan dan menyetor uang untuk membiayai pembuatan jurnal milik senior atau atasannya.

Soal jam kerja juga jadi sorotan Misyal dan keluarga.

Pasalnya, Aulia Risma disebut dipaksa bekerja sejak pukul 03.00 WIB hingga 01.30 WIB ketika menjalani praktik di RSUP dr. Kariadi Semarang.

"Itu setiap hari hingga drop," sambungnya.

Baca Juga: Lolly Anak Nikita Mirzani Klarifikasi Soal Kehamilannya yang Lagi Viral! Gegerkan Warganet Setelah Kembali Unggah Foto Bersama Vadel Badjideh!

Diberitakan sebelumnya, Aulia Risma yang merupakan dokter muda di PPDS Anestesi Undip Semarang ditemukan meninggal dunia di kosannya di Lempongsari, Semarang pada 12 Agustus 2024 lalu.

Aulia Risma diduga bunuh diri dengan menggunakan suntikan roculax yang seharusnya dikonsumsi tubuh melalui infus, bukan disuntikkan secara langsung.

Orang dekat Aulia Risma menduga jika dokter muda PPDS Anestesi Undip itu bunuh diri lantaran tak kuat menahan tekanan bullying atau senioritas di kampus.

Meski buku diary milik Aulia Risma Lestari ditemukan, namun pihak kampus Undip dan kepolisian sebelumnya menegaskan jika tewasnya sang dokter muda PPDS Anestesi Undip itu lantaran penyakit syaraf kejepit yang selama ini dideritanya. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#polda jateng #viral #kemenkes #senioritas #bullying #Aulia Risma Lestari #semarang #PPDS Anestesi Undip