SOLOBALAPAN.COM - Tentunya bukan dengan tangan kosong! Ibu dari dokter muda PPDS Anestesi Undip, Aulia Risma Lestari yang sebelumnya diduga bunuh diri akibat bullying, melaporkan kasus anaknya ke Polda Jawa Tengah (Jateng).
Kedatangan Nuzmatun Malinah selaku ibu dari Aulia Risma Lestari ke Polda Jateng pada Rabu (4/9) kemarin didampingi dengan kuasa hukum dan tim dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Ibu dari Aulia Risma Lestari itu juga didampingi Nadia yang merupakan adik kandung dari dokter muda PPDS Anestesi Undip yang ditemukan meninggal dunia pada 12 Agustus lalu.
Dalam laporan yang diajukan oleh Nuzmatun Malinah ke Polda Jateng, kuasa hukum korban menyerahkan sejumalh barang bukti kepada pihak berwajib.
“Jadi almarhumah adalah mahasiswa PPDS dari Undip yang mengalami bullying, ada intimidasi, pengancaman, buktinya sudah kita kasih ke Polda Jateng,” kata Misya Ahmad yang meruapakan kuasa hukum korban setelah mengajukan pelaporan di Mapolda Jateng, Semarang.
Dari laporan tersebut, ibu korban juga melaporkan senior Aulia Risma Lestari.
Pihak ibu korban menegaskan jika bukan hanya satu nama senior saja yang dilaporkan terkait kasus tersebut.
“Kami belum berani sebut nama, karena almarhumah sudah meninggal, jadi ini diproses kepolisian. Terlapornya dari mahasiswa, seniornya lebih dari satu orang,” sambungnya.
Kemudian, kuasa hukum Nuzmatun Malinah membeberkan barang bukti apa saja yang diserahkannya kepada pihak kepolisian.
Dikatakannya, barang bukti intimidasi di kasus Aulia Risma Lestari diantaranya adalah isi chat yang tersimpan di ponsel korban.
Selain itu, mutasi rekening milik Aulia Risma Lestari saat menjalani PPDS Anestesi Undip juga diserahkan.
Lebih lanjut, pihak kepolisian kemudian melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti yang disampaikan oleh ibu korban Aulia Risma Lestari.
Di sisi lain, pihak kepolisian sebelumnya juga sudah berhasil mengantongi buku diary milik Aulia Risma Lestari saat mahasiswi PPDS Anestesi Undip itu ditemukan tewas pada 12 Agustus lalu.
Aulia Risma Lestari, sebelumnya diberitakan meninggal dunia di kamar kosnya diduga bunuh diri dengan menggunakan obat Roculax yang merupakan pelemas otot.
Aulia Risma Lestari meninggal setelah menyuntikkan obat keras itu ke tubuhnya.
Pihak keluarga dan Universitas Diponegoro (Undip) membantah dugaan bunuh diri kepada Aulia Risma Lestari dan menerangkan bahwa korban selama ini memang dikenal memiliki penyakit syaraf kejepit. (lz)
Editor : Laila Zakiya