SOLOBALAPAN.COM - Geger penemuan jasad seorang perempuan di area kuburan cina yang ada di Palembang beberapa waktu lalu.
Diketahui, korban tersebut bernama Ayu Andriani (13), yang ditemukan tak bernyawa setelah dibunuh oleh 4 orang tersangka.
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihartono membeberkan, kejadian sadis ini bermula dari pagelaran kuda kepang.
Diketahui, korban merupakan mantan kekasih salah satu pelaku pembunuhan sadis tersebut.
Keduanya baru saling kenal selama dua minggu, lalu kemudian menjalin kasih dan disebutkan mereka telah menjadi mantan kekasih.
Korban kenal dengan (IS) mantan kekasihnya yang jadi pelaku pembunuhan melalui ponsel.
Di acara kuda kepang tersebut, nampaknya IS tak datang sendirian Ia turut mengajak tiga rekannya yang bernama MZ, MS dan AS.
Setelah menyaksikan kuda kepang, korban dan keempat laki-laki ini menuju ke ke Krematorium Sampurana.
Di lokasi inilah, korban dianiaya oleh keempat lelaki tersebut termasuk eks kekasih Ayu Andriani.
Korban dibekap, dicekik, kemudian dipukuli di bagian wajah hingga tak berdaya dan meninggal dunia.
Tak sampai sini, korban langsung di rudapaksa oleh keempat pelaku secara bergilir dalam keadaan meninggal dunia.
Seolah tak puas, mereka kemudian menyeret jenazah korban ke area kuburan cina dimana lokasi ini menjadi tempat ditemukannya Ayu Andriani.
Di lokasi tersebut korban kembali di rudapaksa oleh keempat pelaku meskipun kala itu sudah tak bernyawa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban ditemukan sekitar 30 menitan dari lokasi pertama dibunuh oleh pelaku.
"Korban sengaja dipindah tempatkan agar tidak diketahui oleh orang lain. Dari tempat keramasi ke TKP penemuan mayat, berjarak sekitar 30 menit, disana korban lagi-lagi dirudapaksa," kata Kombes Pol Harryo Sugihartono.
Sementara itu, diketahui dua diantara 4 pelaku pembunuhan dan rudapaksa ini ternyata asih berusia di bawah umur.
Perilaku keji ini terbongkar ketika pelaku dengan bangganya mengaku telah merudapaksa korban ke salah satu saksi.
Sementara itu, sampai saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. Diketahui pihak kepolisian turut menggali informasi terkait barang bukti yang masih dalam proses pencarian. (nda)