SOLOBALAPAN.COM - Kasus penemuan dokter muda PPDS Anestesi Undip, Aulia Risma Lestari yang meninggal dunia di kosannya di Lempongsari, Semarang, kini menemui babak baru.
Ibu dari Aulia Risma Lestari diketahui mendatangi Polda Jawa Tengah (Jateng) untuk mengajukan laporan mengenai kasus yang menyebabkan sang dokter muda PPDS Anestesi Undip itu kemudian diduga melakukan bunuh diri.
Tentunya laporan ibu dari Aulia Risma Lestari itu membuat Universitas Diponegoro (Undip) terutama Fakultas Kedokteran (FK) sebagai yang menaungi PPDS Anestesi menjadi ketar-ketir.
Kedatangan Nuzmatun Malinah selaku ibu dari Aulia Risma ke Polda Jateng dilakukan pada Rabu (4/9) kemarin.
Nuzmatun Malinah didampingi dengan Nadia yang merupakan adik kandung korban, beserta Misyal Ahmad selaku kuasa hukumnya.
Kuasa hukum ibu Aulia Risma itu menyampaikan sejumlah bukti intimidasi yang dimiliki oleh keluarga kepada pihak Polda Jateng.
“Jadi almarhumah adalah mahasiswa PPDS dari Undip yang mengalami bullying, ada intimidasi, pengancaman, buktinya sudah kita kasih ke Polda Jateng,” ungkap Misyal setelah melakukan pelaporan di Mapolda Jateng, Semarang, dikutip pada Kamis (5/9).
Walaupun tak blak-blakan menyebut nama, namun kuasa hukum ibu korban menyatakan bahwa terlapor merupakan senior Aulia Risma ketika menjalani PPDS Anestesi Undip.
“Kami belum berani sebut nama, karena almarhumah sudah meninggal, jadi ini diproses kepolisian. Terlapornya dari mahasiswa, seniornya lebih dari satu orang,” katanya.
Berikut ini adalah barang bukti yang disampaikan keluarga Aulia Risma ke Polda Jateng:
-Chat dari ponsel milik korban
-Mutasi rekening milik Aulia Risma
Dari dua bukti di atas, kini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.
Selain adik korban dan kuasa hukumnya, ibu dari Aulia Risma itu juga didampingi oleh Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI saat mengajukan laporan ke Polda Jateng.
Laporan tersebut disampaikan oleh keluarga Aulia Risma setelah sebelumnya pihak Kemenkes membongkar adanya pemerasan atau pemalakan yang dialami oleh Aulia Risma Lestari dari para seniornya di PPDS Anestesi Undip Semarang. (lz)
Editor : Laila Zakiya