SOLOBALAPAN.COM - Kasus tewasnya kakak beradik di Manisrenggo, Kota Kediri jadi sorotan usai diduga dilakukan oleh I, ibu kandungnya.
Ayah kakak beradik itu berhasil dibuat kaget saat pulang dari masjid dan menemukan 2 anaknya dalam kondisi sudah tewas mengenaskan.
Disebut dibunuh oleh I yang merupakan ibu kandungnya, kakak beradik yang tewas di kamar yang ada di rumahnya itu yakni sosok MB (14) yang merupakan siswa kelas 2 MTs dan BM (7) yang masih duduk di kelas 1 MI.
Pembunuhan tersebut dilakukan pada Selasa (3/9) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.
Kakak beradik itu berakhir mengenaskan setelah dihabisi sang ibu menggunakan parang saat keduanya sedang tertidur.
Diduga, I yang merupakan ibu kandung kedua korban mengalami depresi dan gangguan kejiwaan sehingga nekat menghabisi nyawa anaknya.
Dari kasus pembunuhan tersebut, polisi mengamankan sebuah parang yang diduga digunakan oleh I untuk menghabisi nyawa kedua anaknya.
"Kami amankan barang bukti parang dari tempat kejadian perkara (TKP). Kedua orang tua korban juga kami amankan untuk dimintai keterangan," ucap Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, Iptu Fathur.
Sementara itu, ketua RT setempat mengatakan bahwa kejadian pembunuhan tersebut pertama kali terungkap dari laporan warga.
"Saya subuh tadi dapat laporan. Saat kami mendatangi lokasi, kedua anak tersebut sudah dalam kondisi meninggal berlumuran darah. Kasus ini kemudian kami laporkan ke pihak kelurahan setempat dan diteruskan ke kepolisian," kata Sutarmanto, Ketua RT/RW 01/06 di kediaman korban.
Dari keterangan ketua RT, terungkap bahwasanya pelaku yang merupakan ibu kandung korban sempat mengamuk dan menganiaya anaknya hingga meninggal dunia.
Dengan kelakuan terakhirnya itulah, I yang merupakan pelaku sekaligus ibu korban diduga mengalami depresi.
Lebih lanjut, saat ini I masih mendapatkan perawatan intensif lantaran mengalami syok.
Polisi juga masih menunggu kondisi I membaik agar dapat dimintai keterangan soal kasus dugaan pembunuhan terhadap kakak beradik di Manisrenggo, Kota Kediri itu. (lz)
Editor : Laila Zakiya