SOLOBALAPAN.COM - Gempa megathrust di Indonesia tidak tercantum dalam ramalan Jayabaya.
Namun, seorang anak dengan kemampuan indigo, Steven Ivander, merasakan hal serupa.
Steven Ivander mengungkapkan bahwa ramalan tersebut merupakan kenyataan yang perlu diakui, dan Indonesia harus bersiap menghadapi potensi ancaman tersebut.
Dia juga menambahkan bahwa peristiwa megathrust akan terjadi di beberapa lokasi, meskipun tidak sebesar yang diprediksi oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
"Megathrust ini akan mengguncang beberapa titik, tetapi tidak akan sebesar atau seintimidasi yang diberitakan." jelas Steven Ivander.
Menurutnya, ada beberapa daerah yang berpotensi mengalami tsunami dengan intensitas yang bervariasi.
Beberapa wilayah mungkin akan menghadapi tsunami dengan skala cukup besar, sementara yang lainnya akan mengalami tsunami kecil.
Namun, Steven Ivander mengungkapkan bahwa potensi terjadinya tsunami ini tidak sebesar yang diperkirakan sebelumnya.
"Tsunami ini tidak sebesar yang diperkirakan, dan tidak se-menakutkan yang dibayangkan." imbuhnya.
Di sisi lain, Steven Ivander juga mengungkapkan bahwa kemungkinan terjadinya megathrust di wilayah Indonesia masih memiliki peluang untuk tidak terjadi.
"Penerawangan megathrust ini memiliki kemungkinan sekitar 30 hingga 40 persen." ujarnya.
Steven menambahkan bahwa pandangannya semakin kabur, yang menunjukkan bahwa ancaman gempa megathrust mungkin tidak akan terwujud.
’’Semakin kita merasa ingin tahu dan bersiap, semakin kabur pandangan saya, seolah-olah alam memberikan perlindungan kepada kita." tambahnya.
Di Bali, beredar sebuah video di TikTok yang menampilkan ramalan seorang anak indigo tentang bencana gempa besar yang akan melanda pulau tersebut.
Dalam cuplikan video itu, anak indigo tersebut memprediksi bahwa Bali akan mengalami gempa dahsyat pada akhir tahun 2024, dengan kekuatan mencapai 7,1 Skala Richter.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah berulang kali menegaskan bahwa tidak ada alat yang dapat memprediksi waktu terjadinya gempa secara akurat.
Lembaga tersebut hanya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap fenomena alam ini. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo