SOLOBALAPAN.COM - Kasus meninggalnya Dokter Aulia Risma Lestari, salah satu mahasiswa PPDS Universitas Diponegoro (UNDIP) masih menjadi sorotan.
Pasalnya diketahui kala itu, Aulia merupakan korban bullying yang dilakukan oleh senior mereka di rumah sakit.
Setelah dikabarkan meninggal dunia, melalui identifikasi yang dilakukan oleh dokter diketahui Aulia Risma Lestari ini meninggal dunia di kamar kost usai menyuntikkan obat dengan dosis tinggi.
Bukan hanya itu, diketahui dalam buku diarynya Ia merupakan salah satu korban perundungan ketika menempuh pendidikan.
Setelah kasus ini viral, beragam bukti mulai ditemukan salah satunya adalah rekaman suara yang di kirim korban ke ayahnya.
Rekaman suara ini tersebar di media sosial khususnya X hingga menyentuh hati banyak orang.
'engga pahh'
'setiap bangun tidur tuh pah badannya sakit semua pah, punggungnya sakit pah'
'bangun harus pelan-pelan kalau gak pelan-pelan gabisa bangun'
'aku saja tadi mau minum susah'
'di bangsal minumnya pada habis kan'
'akhirnya aku minta tolong CS'
'terus akhirnya aku kasih uang 50 ribu'
'aku minta nitip..'
'aku minta nitip minum, buat dia beliin aku minum'
'karena kan aku gaboleh ke minimarket, gaboleh ke kantin sama sekali toh'
'pahhh...'
'bener-bener ya pah di sini tuh programnya kacau-kacau'
'aku tanya temen aku yang di UNS tuh gak 24 jam pah..'
'aku enggak tau, aku bisa engga pah...'
Beberapa kalimat tersebut dilontarkan oleh Dokter Aulia Risma Lestari sembari menangis dan menahan rasa sakit di badannya akibat harus terjaga selama 24 jam di rumah sakit. (nda)
Editor : Nindia Aprilia