SOLOBALAPAN.COM - Sosok dokter satu ini kembali menyinggung soal kasus bullying yang diterima oleh dokter muda PPDS Anestesi Undip, Aulia Risma Lestari.
Diketahui, Aulia Risma Lestari diduga mengakhiri hidupnya lantaran tak kuat menjadi korban senioritas saat menjalani program PPDS Anestesi di Universitas Diponegoro (Undip).
Aulia Risma Lestari ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di kamar kos yang ditempatinya di Lempongsari, Semarang.
Viral kembali, keluarga Aulia Risma kini tengah berduka lantaran ayahanda korban, yakni Moh. Fakhruri dikabarkan meninggal dunia.
Ia disebut mulai mengalami penurunan kondisi kesehatan setelah Aulia Risma ditemukan meninggal dunia para 12 Agustus 2024 lalu.
Saat dijenguk oleh Menteri Kesehatan setelah geger penemuan Aulia Risma Lestari di kosannya itu, ayahanda korban memang langsung drop.
Hingga akhirnya Menkes memutuskan untuk membawa ayahanda Aulia Risma ke RSCM untuk mendapatkan perawatan.
Soal kabar Aulia Risma, dr. Andi Khomeini Takdir menyinggung soal peundungan yang diterima korban dari seniornya saat menjalani PPDS Anestesi Undip.
Dikatakan bahwa Aulia Risma harus memenuhi berbagai permintaan seniornya, dari persoalan makan hingga membeli rokok di tengah malam.
'Dr. Aulia sampai harus kejebak pinjol demi untuk memenuhi kebutuhan para perundungnya. Sampai urusan makan dan beli rokok.
Kejam banget. Sadis.' tulisnya lewat akun X @dr_koko28, dikutip pada Selasa, 27 Agustus 2024.
Rupanya, senioritas yang diterima Aulia Risma itu dibenarkan oleh tantenya, Vieta, seperti dilansir dari tayangan YouTube tvOneNews.
Disebutkan bahwa Aulia Risma harus bekerja lebih dari 24 jam setiap harinya.
"Dia berangkat jam 6 pagi sudah harus stay di rumah sakit, pulang itu jam 2 malam. Nanti stay lagi harus jam 6 pagi," kata Vieta.
Rekaman suara yang dikirimkan oleh almarhumah Aulia Risma kepada ayahnya pun dibongkar dalam tayangan tersebut.
Dalam rekaman suara tersebut, Aulia Risma mengatakan jika dirinya dipaksa seniornya untuk memenuhi sejumlah permintaan pribadi, termasuk membelikan rokok di tengah malam. (lz)
Editor : Laila Zakiya