SOLOBALAPAN.COM - Video aksi unjuk rasa yang dilakukan para mahasiswa di kawasan Balai Kota Semarang berujung dengan kericuhan.
Video kericuhan unjuk rasa di Semarang bermunculan lewat media sosial, terutama X.
Dalam sebuah unggahan video, terlihat aksi dugaan penculikan yang dilakukan oleh seorang pria yang disebut merupakan oknum polisi.
Mulanya terlihat jika deretan polisi yang mengenakan seragam perlindungan lengkap tengah memukul mundur para demonstran ke arah Paragon Mall Semarang.
Menyalakan water gun dari mobil polisi, deretan aparat kepolisian yang bertugas berhasil membuat para demonstran berjalan ke belakang.
Aksi pukul mundur para demonstran itu terjadi di jalan utama, tepatnya bagian jalan yang masih beraspal.
Sementara itu sejumlah demonstran terlihat berjalan dengan pelan di bagian trotoar jalan yang tak disapu menggunakan water gun.
Tampak seorang pria yang menggendong tasnya dan menyaksikan deretan polisi di jalan utama yang sedang memukul mundur para demonstran.
Tiba-tiba saja, pria yang disebut sebagai bagian dari mahasiswa itu langsung ditarik oleh seseorang lainnya yang mengenakan sweater berwarna putih.
Tak sendirian, pria bersweater putih itu dibantu dengan rekannya yang lain.
Dalam narasi yang beredar, sosok bersweater putih itu dan rekan-rekannya kemudian disebut sebagai oknum polisi yang sedang menyamar.
Mahasiswa yang sebelumnya disekap lalu dibawa jauh ke belakang, dan entah bagaimana nasibnya selanjutnya.
Selain mahasiswa yang menggendong tas tadi, polisi berseragam lainnya juga terlihat menyeret seorang demonstran lainnya ke arah belakang.
Usai kebrutalan pihak kepolisian dalam menangani unjuk rasa di Semarang yang berujung ricuh, tagar #PolisiBrutal pun menggema di media sosial.
Banyak yang menilai jika pihak kepolisian banyak melakukan aksi represif saat menangani unjuk rasa di Semarang. (lz)
Editor : Laila Zakiya