Dalam video yang viral di media sosial, terlihat sejumlah mahasiswa yang sedang melakukan aksi unjuk rasa di hadapan para polisi.
Berujung ricuh, aparat kepolisian yang saat itu bertugas kemudian menembakkan gas air mata ke arah para mahasiswa.
Lewat video yang beredar, para mahasiswa yang mengikuti aksi unjuk rasa langsung berlarian usai suara tembakan bergema di lokasi kejadian.
Nahasnya, aksi tembakan gas air mata itu membuat para santri yang saat itu sedang belajar mengaji kena getahnya.
Dalam unggahan sebuah video, terlihat para santri yang mengenakan baju koko dan kerudung tampak menyelamatkan dirinya saat tembakan gas air mata terjadi.
Selain itu, aparat kepolisian juga dinilai melebihi batas saat kepergok masuk ke dalam area SMA Negeri 3 Semarang.
Padahal menurut aturan, tempat pendidikan seperti sekolah dan rumah ibadah adalah area yang tidak boleh dimasuki dengan membawa senjata api.
Namun dalam video yang beredar, sejumlah aparat kepolisian berseragam lengkap itu terlihat nekat masuk ke dalam area SMA Negeri 3 Semarang.
Melihat aksi para polisi itu, orang-orang di sekitar pun melarang.
Tampak seorang pria berseragam coklat PNS menahan para aparat untuk memasuki kawasan sekolah.
"Wey nggak gitu pak! Sekolah pak, sekolah!" kata pria dalam video.
Kemudian seorang pria berbaju olahraga yang diduga merupakan keryawan di sekolah tersebut juga menahan para petugas kepolisian untuk masuk.
Untungnya, tindakan represif itu berhasil digagalkan dengan para petugas kepolisian yang mundur dan kembali berjalan.
Sementara itu, para mahasiswa yang sedang berunjuk rasa dikabarkan sampai mengamankan diri di dalam Paragon Mall Semarang. (lz)
Editor : Laila Zakiya