SOLOBALAPAN.COM - Kemurkaan publik terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) semakin meningkat.
Hal itu setelah adanya demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah dan protes di dunia maya terkait revisi UU Pilkada.
Masyarakat menganggap bahwa Presiden Jokowi berusaha mempertahankan kekuasaannya dengan melibatkan keluarganya dalam politik.
Setelah putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, terpilih sebagai Wakil Wali Kota, kini putra bungsunya, Kaesang Pangarep, juga disebut-sebut akan maju sebagai calon Gubernur.
Kemarahan publik semakin memuncak setelah muncul dugaan bahwa aturan baru di DPR mungkin diubah untuk mendukung pencalonan Kaesang Pangarep.
Situasi ini semakin diperburuk ketika Kaesang dan istrinya, Erina Gudono, terlihat bepergian ke Amerika Serikat menggunakan jet pribadi yang dikabarkan berbiaya sangat mahal.
Perjalanan mereka menjadi sorotan tajam, terutama karena saat itu kondisi sosial-politik sedang tidak stabil.
Pasangan ini terlihat menikmati perjalanan dan aktivitas di luar negeri, yang memicu kemarahan netizen.
Erina bahkan membagikan foto-foto saat berbelanja dan berwisata, yang dianggap banyak orang terlalu 'alay' untuk seorang menantu presiden.
Diketahui bahwa perjalanan Erina Gudono ke Amerika Serikat adalah untuk melanjutkan studi S2 di University of Pennsylvania (UPenn).
Khususnya di Fakultas Social Policy and Practice (SP2), dan dia mendapatkan kesempatan ini setelah menerima beasiswa.
Namun, situasi ini malah memicu protes dari netizen yang menilai bahwa tindakan Erina menunjukkan ketidakpekaan terhadap kondisi sosial-politik dalam negeri.
Sebagai respons, banyak netizen mengirimkan surat kepada pihak universitas untuk meminta agar beasiswa yang diberikan kepada Erina dipertimbangkan ulang.
Salah satu unggahan dari akun media sosial X @gudetasya pada Kamis (22/8/2024) menunjukkan tangkapan layar email yang dikirimkan kepada dekan Fakultas SP2.
Email tersebut ditujukan kepada Sara S. Bachman, PhD, yang merupakan Dekan School of Social Policy & Practice (SP2) di UPenn.
Dalam subjek email, terdapat desakan agar pihak universitas mempertimbangkan ulang penerimaan Erina Gudono.
Isi email mencerminkan kekhawatiran netizen mengenai latar belakang keluarga Erina yang dianggap memiliki hubungan historis dengan rezim di Indonesia yang dikenal dengan pemerintahan otoriternya.
Mereka juga menanyakan bagaimana penerimaan Erina bisa sejalan dengan nilai-nilai keadilan sosial yang dijunjung oleh fakultas tersebut.
"Kami prihatin tentang bagaimana afiliasi ini dapat mencerminkan komitmen universitas terhadap prinsip-prinsip keadilan, kesetaraan, dan tanggung jawab sosial," tulis pengirim email dalam pesannya.
Setelah unggahan tersebut menjadi viral, banyak netizen yang ikut mengirimkan email dengan pesan serupa ke pihak fakultas.
Beberapa orang mengirimkan surat melalui email langsung, sementara yang lain men-tag akun X resmi University of Pennsylvania.
Tindakan ini menjadi viral, dengan banyak warganet yang merasa bahwa keadilan sosial harus diprioritaskan, terutama mengingat kondisi politik yang memanas di Indonesia. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo