SOLOBALAPAN.COM - Tagar ‘Kembalikan Teman-teman Kami’ menjadi trending topik di platform X (sebelumnya Twitter) pada Jumat, 23 Agustus 2024.
Tagar ini ramai digunakan oleh warganet sebagai bentuk protes terhadap keputusan yang diumumkan sehari sebelumnya oleh Mahkamah Konstitusi (MK).
Dalam putusan MK Nomor 60/PUU-XXII/2024, ambang batas pencalonan kepala daerah untuk partai politik telah diturunkan.
Keputusan ini memungkinkan partai yang tidak memiliki kursi di DPRD untuk mencalonkan kandidat, asalkan memenuhi syarat suara yang ditetapkan oleh MK.
Namun, saat pembahasan perubahan UU Pilkada pada Rabu, 21 Agustus 2024, DPR hanya menyetujui bahwa penurunan syarat ambang batas tersebut berlaku untuk partai yang tidak memiliki kursi di DPRD.
Sementara partai yang sudah memiliki kursi tetap mengikuti syarat lama.
Rencana pengesahan RUU Pilkada melalui sidang paripurna pada Kamis, 22 Agustus 2024, memicu gelombang demonstrasi.
Ribuan orang dari berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, organisasi sipil, dan media, berkumpul di Kompleks Gedung DPR di Senayan, Jakarta Selatan, untuk menuntut agar DPR menghormati putusan MK.
Beragam poster dengan pesan kuat, seperti "Indonesia Darurat Demokrasi" dan "Lawan Komplotan Pembegal Konstitusi," menghiasi aksi tersebut.
Pada Kamis, 22 Agustus 2024, ribuan orang dari berbagai daerah berkumpul di depan Kompleks DPR RI di Senayan, Jakarta, untuk melakukan demonstrasi.
Aksi ini dimulai dengan damai, namun situasinya berubah kacau ketika bentrokan terjadi antara demonstran dan pihak kepolisian.
Beberapa demonstran pun dilaporkan ditangkap oleh aparat keamanan. Diketahui total 301 orang masih ditangkap oleh pihak Polisi.
Kejadian ini memicu gelombang reaksi dari masyarakat.
Terutama di dunia maya, yang dengan cepat menyebarkan tagar ‘Kembalikan Teman-teman Kami’ hingga menduduki puncak trending di platform X.
Salah satu akun yang aktif mempromosikan tagar ini adalah @NESVERLAND.
Akun tersebut mengunggah sebuah ilustrasi yang memperlihatkan dua polisi sedang menangkap seorang demonstran, disertai dengan tulisan "Awas! Banyak Penculik Berseragam."
Selain itu, akun ini juga membagikan gambar peringatan darurat dengan pesan tegas “Batalkan Bukan Tunda.”
Banyak warganet merespons unggahan-unggahan ini dengan penuh emosi, menuntut agar pihak kepolisian segera membebaskan para demonstran yang ditahan.
“Kami menuntut pihak kepolisian yang bertugas hari ini dan melakukan aksi kekerasan terhadap mahasiswa kemudian ada yang diculik juga sampai saat ini tidak ada informasi Dimana mahasiswa tersebut.
KEMBALIKAN MEREKA SEGERAA!!” ujar netizen.
Gelombang protes di media sosial semakin meluas, dengan banyak pengguna yang turut men-tag akun resmi @DivHumasPolri dan terus menggemakan tagar ‘Kembalikan Teman-teman Kami’. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo