SOLOBALAPAN.COM - Universitas Padjajaran (Unpad) tengah menjadi perbincangan karena kasus skandal bullying yang dilakukan kepada beberpa mahasiswa baru (Maba).
Hal tersebut turut diungkapkan oleh @drg.mirza melalui akun instagramnya dengan menambahkan beberapa komentar.
Pada unggahan tersebut, Dokter Mirza juga turut membagikan pengalaman beberapa dokter yang turut menjadi korban bullying ketika tengah menempuh pendidikan di kampusnya.
Bahkan, tak sedikit dari mereka membeberkan beberapa kasus bullying yang cukup keterlaluan hingga menguras mental.
Mulai dari dikuncikan di kamar mandi hingga diminta untuk menggigit smartphon sembari makan buah mengkudu.
Sangat miris, namun hingga kini tidak ada penanganan jelas terkait tingginya kasus bullying yang terjadi di kalangan para dokter.
Di akun instagramnya, Dokter Mirza turut membagikan beberapa kutipan terkait kasus yang tengah terjadi di Unpad.
'Identifikasi Masalah Kejadian di UNPAD - RSIS Bandung' tulisnya pada caption unggahan.
Dalam unggahannya, Dokter Mirza mengungkapkan beberapa hal terkait kasus tersebut diantaranya adalah sebagai berikut ini:
Berdasarkan hasil klarifikasi dari peserta didik yang bernama I Gede Rick Jaya Purnawarman pada tanggal 25 Juni 2024.
1. Angkatan semester 1 wajib menginap di hotel Anyelir selama 6 bulan lamanya.
2. Angkatan semester 1 mulai bulan Februari 2024 sampai dengan bulan Juni 2024 telah menghabiskan dana diluar biaya pendidikan sekitar 65 Juta per orang.
3. Dana tersebut digunakan untuk:
- Pembayaran Wig Man sebanyak 2 orang
- Pembayaran hotel sebesar 6.5 juta untuk 2 orang tiap bulannya.
- Biaya sewa dua unit mobil untuk kepentingan senior
- Biaya untuk keperluan senior berupa makan, fotokopi, obat, beli barang.
4. Ada ketidaknyamanan terhadap perilaku Dokter Spesialist Bedah Saraf yang tanpa sebab menendang kursi dan kaki kursi tersebut mengenai tangan salah satu peserta didik yang bernama Dr. Costelo sampai terluka.
Itu tadi merupakan potongan isi beberapa klarifikasi yang tengah viral di media sosial hingga gegerkan dunia kedokteran Indonesia. (nda)
Editor : Nindia Aprilia