SOLOBALAPAN.COM - Buntut kasus mahasiswa Undip Semarang yang diduga bunuh diri usai menjadi korban bully makin memanas hingga seret beberapa oknum dokter di beberapa kampus.
Salah satunya adalah kasus bully yang diungkap oleh Drg. Mirza Mangku Anom yang mengunggah beberapa cuitan pengakuan korban terkait kasus senioritas di Universitas Padjajaran (Unpad).
Ternyata ada beberapa kasus yang dibeberkan oleh Dokter Mirza terkait bully yang tengah marak terjadi di dunia kedokteran.
Salah satu yang miris adalah ketika ada sebutan 'lont3' bagi para residen junior di sana hingga hal itu sudah menjadi salah satu kebiasaan.
Melansir dari snapgram @drg.mirza, berikut merupakan point yang dituliskan dalam kasus pembullyan di kalangan mahasiswa kedokteran.
Berdasarkan klarifikasi Dr. dr. Rully Hanafi Dahlan, SpBS., pada 19 Juli 2024:
1. Pemanggilan kata 'Lont3' pada seluruh residen perempuan Yunior.
2. Adanya peminjaman mobil oleh senior selama 30 hari dari Yunior.
3. Adanya pengumpulan kas wajib dan dana solidaritas bisa sampai 50 juta lebih.
4. Adanya entertaint buka botol dan harus dibayar oleh Yunior sebesar 10 juta lebih
5. Yunior yang terlambat dihukum push up dan ada yang dipukul pakai cincin
6. Bagi0-bagi pasien sebagai reward
7. Tolak-tolak pasien
8. Mabuk buka botol di ruang operasi
9. Residen yang salah disekap selama 15 hari di lantai atas bedah saraf
10. Yunior disuruh antar laundry, menunggu anjing peliharaan, mencari spare part mobil dan menyemir sepatu
11. Memalsukan laporan jaga
Dalam beberapa hal yang disampaikan tersebut, akan dibahas salah satunya yaitu terkait pemanggilan kata 'Lont3' untuk residen perempuan yang masih Yunior.
Kata-kata 'Lont3' sangat tidak etis jika dipanggilkan untuk seorang perempuan. Pasalnya kalimat tersebut merujuk pada hal negatif.
Kata 'lont3' sendiri merujuk pada perempuan penghibur yang konotasinya buruk jika dikaitkan dengan perempuan. (nda)
Editor : Nindia Aprilia