SOLOBALAPAN.COM - Setelah geger kabar meninggalnya seorang dokter muda PPDS Anestesi Undip Semarang, sejumlah keluhan soal senioritas di kalangan pendidikan kedokteran pun terbongkar.
Mulai dari senioritas dengan kekerasan fisik hingga mental, banyak pihak yang membongkar betapa ngerinya menjalani pendidikan kedokteran di universitas-universitas di Indonesia.
Warganet yang menyaksikan ramainya keluhan para calon dokter saat menjalani masa pendidikan itupun merasa ngeri hingga dibuat skeptis dengan kompetensi para dokter di Indonesia.
'ini gue salah ga kalau nanti pas ke rumah sakit kebayang-bqyang dokter aslinya kek gini?,' tulis akun X @redupsudahbulan.
'ternyata pasienpun diperlakukan kek gada harga dirinya sama mereka:),' sambung @redupsudahbulan.
'Ga Salah pemerintah mau import dokter asing , lah dokter nya cem gini , ke sesama dokter aja yang satu rekan profesi nya kurang empati nya atau bahkan ga ada , apalagi ke pasien yang nyata nya orang lain coeg , liat pasien = Liat DUIT ,sudah betul import,klo g ada pembenahan,' tambah @Rezzaiqball1.
Dikabarkan sebelumnya, senioritas atau perundungan di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis atau PPDS di Undip Semarang.
Pasalnya, baru-baru ini mahasiswi PPDS Anestesi Undip Semarang, ARL (30) ditemukan dalam keadaan meninggal di kos yang dihuninya.
Teman dekat dan sejumlah pihak lain menduga jika ARL meninggal lantaran tak kuat dibully selama menjalani masa PPDS di Undip.
Apalagi banyak yang menyebut jika ARL sempat mencurahkan isi hatinya mengenai senioritas tersebut di buku harian yang ditemukan polisi di kosan miliknya.
Selain di Undip Semarang, nama sejumlah universitas yang memiliki fakultas kedokteran lainnya juga disebut-sebut mengandung praktek senioritas yang tinggi.
Sebut saja Unair hingga Unpad. Dua universitas tersebut disebut-sebut kerap terjadi aksi senioritas dan perundungan dari para senior ke juniornya.
Bahkan, Unpad belakangan jadi sorotan lantaran memiliki aturan senioritas yang dinilai cukup brutal.
Dari unggahan yang viral di media sosial, terungkap bahwa mahasiswi kedokteran di Unpad harus rela dipanggil dengan sebutan 'lonte' oleh para seniornya.
Selain itu, tertuang pula aturan soal membuka botol miras di dalam ruangan operasi, yang bagi sebagian banyak orang dinilai cukup ngawur.
Namun hingga saat ini, belum diketahui kebenaran di balik aturan di Unpad yang viral tersebut. (lz)
Editor : Laila Zakiya