SOLOBALAPAN.COM - Belakangan ini media sosial digemparkan dengan meninggalnya Dr. Moumita Debnath yang tengah bekerja di salah satu Rumah Sakit India.
Berdasarkan informasi yang beredar di X, dokter ini meninggal usai di rudapaksa secara bergilir ketika tengah istirahat setelah bekerja shift.
Naasnya, ketia Ia tengah istirahat justru pria itu melancarkan aksinya. Bukan hanya di rudapaksa, Ia juga mendapatkan beberapa luka di tubuhnya.
Setelah jenazah ditangani oleh pihak rumah sakit, dokter menemukan ada 150 mili cairan pria di dalam tubuhnya.
Perilaku keji yang dilakukan oleh orang india ini membuat tagar Justice For Moumita trending di X dan banyak orang membagikan kisah pilunya.
Apalagi saat itu diketahui dirinya tengah menjalankan tugas sebagai seorang dokter di rumah sakit India.
Sementara itu, hingga berita ini dibagikan tagar tersebut masih menduduki peringkat atas di X.
Bahkan, berita buruk ini juga turut di unggah oleh YouTuber Nessie Judge di akun X miliknya dengan bertuliskan kalimat menohok terkait kasus ini.
'Kasus GA NGOTAK. Dr Moumitha diinfokan mengakhiri hidupnya sendiri saat bekerja.'
'Tapi di jasadnya ada SERATUS-TIGA-BELAS GIGITAN, dan da*ah keluar dari matanya????'
'Pas dicek, ada 150 ml sp***a di tubuhnya mengindikasikan ada 18-20 orang yang melecehkannya.'
Dalam unggahanyya, Nessie menuturkan dirinya tidak terima atas kasus ini yang disebut sebagai bunuh diri.
Pada pemberitaan yang beredar, dokter ini diinfokan mengakhiri hidupnya sendiri ketika tengah bekerja di rumah sakit.
Namun, banyak bukti yang mengindikasikan adanya rudapaksa yang dilakukan oleh oknum pria.
Cuitan Nessie di X tersebut langsung banjir komentar dari warganet, apalagi yang menyayangkan terjadinya kasus besar tersebut.
"Orang2 penting, orang2 terkenal, dan berpower disana gak ada yg speak up kah? Ya Allah kasus kayak gini di India udah berkali kali loh" tulis @HelgaJust25897.
"cantik banget loh budok nya" tulis @molyyyyi.
Perilaku keji ini terus disuarakan oleh warganet hingga membuatnya terus trending di X, apalagi adanya informasi bahwa dokter tersebut dianggap mengakiri hidupnya. (nda)
Editor : Nindia Aprilia