SOLOBALAPAN.COM - Seorang dokter di India menjadi korban rudapaksa yang dilakukan oleh seorang pria hingga dirinya meninggal dunia.
Berdasarkan unggahan di akun X @ScariestProject, dokter tersebut bernama Dr. Moumita Debnath yang bekerja di salah satu rumah sakit yang ada di India.
Berdasarkan informasi yang dibagikan, saat itu dokter ini tengah beristirahat setelah dirinya bekerja shift di rumah sakit tersebut.
Naasnya, dokter ini justru di rudapaksa secara bergilir oleh beberapa pria yang ada di sana hingga meninggal dunia.
Di tengah rasa lelahnya setalah menjalani shift kerja selama 36 jam, Ia justru mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan.
Bahkan, setelah diperiksa diketahui pihak dokter menemukan sebanyak 150 mili cairan pria di dalam tubuhnya.
"Setelah mayatnya di periksa, Dokter mengatakan ditemukan adanya 150ml sperma di tubuhnya." tulis akun X tersebut di caption.
Berdasarkan keterangan di akun tersebut, bukan hanya cairan pria yang ditemukan namun ternyata korban juga alami beberapa luka.
Mulai mata berdarah, kaki bengkok, hingga ditemukan puluhan luka di beberapa bagian tubuhnya yang lain.
Sementara itu, peristiwa ini langsung trending di X hingga menjadi perbincangan warganet.
Pasalnya beberapa waktu lalu tagar dokter juga menjadi trending di Indonesia setelah ada seorang dokter muda yang bunuh diri setelah terkena bully.
Berbeda dengan kasusnya di Indonesia, kini di India justru lebih parah karena maraknya kasus rudapaksa di sana.
Apalagi hal tersebut menimpa nakes yang tengah bekerja di salah satu Rumah Sakit yang ada di India.
Dalam kejadian ini, warganet langsung menyuarakan tagar justiceForMoumita dan menyuarakan aksi viral tersebut untuk segera ditangani oleh Pemerintahan India.
"150ml sper**, sakit bgttttt hati gw ya Allah, membusuk di neraka semua pelaku nya plis," tulis @doyanskinker.
"Buat cwe2 yang mau berlibur ke india, pikir2 lagi deh" tulis @Widyanto_97.
"Pria dewasa hanya mampu mengeluarkan 5-10 ml spe***. Ini 150ml?" tulis @cukboys.
Kejadian mengenaskan ini hingga kini masih menjadi trending dan banyak menarik simpati dari masyarakat, bahkan hingga viral di Indonesia.(nda)
Editor : Nindia Aprilia