Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Hati-hati! Ini Tanda-tanda Gempa Megathrust Menurut BMKG, Bakal Ada Gempa Besar 8 sampai 9 M hingga Potensi Tsunami?

Didi Agung Eko Purnomo • Sabtu, 17 Agustus 2024 | 02:24 WIB
Ilustrasi gempa Megathrust.
Ilustrasi gempa Megathrust.

SOLOBALAPAN.COM - Apa tanda-tanda akan terjadinya gempa megathrust? Adakah ciri-ciri khusus yang bisa menunjukkan kemungkinan gempa besar?

Berikut penjelasan dari para ahli.

Menurut laporan dari CTV News, Ed Nissen, seorang peneliti dari Universitas Victoria yang mengkhususkan diri dalam studi Bumi dan Lautan.

Ia mengungkapkan beberapa tanda atau ciri-ciri yang dapat mengindikasikan potensi terjadinya gempa megathrust atau gempa besar.

Namun, Nissen menekankan bahwa tidak ada jaminan bahwa kehadiran tanda-tanda tersebut akan pasti diikuti oleh gempa besar.

"Memprediksi gempa besar ibarat bermain tebak-tebakan, terkadang lempeng patahan di dalam bumi hanya bergeser sedikit."

"Sementara di waktu lain, ia bisa langsung bergerak secara drastis," ujar Nissen, pada Kamis, 15 Agustus 2024.

Berdasarkan pengalaman para ilmuwan, mereka tidak dapat memastikan pergeseran lempeng mana yang memiliki energi cukup untuk menyebabkan gempa besar.

Mereka juga tidak bisa menentukan mana pergeseran lempeng yang hanya akan menghasilkan gempa kecil.

Ilmuwan hanya bisa memperkirakan potensi atau ancaman gempa berdasarkan pola pergerakan lempeng patahan yang terus dipantau.

Menurut mereka, tidak ada tanda yang konsisten yang dapat menunjukkan dengan pasti bahwa gempa besar akan terjadi hanya karena adanya indikasi tertentu.

Salah satu indikasi yang sering dianggap sebagai tanda potensial terjadinya gempa besar adalah munculnya gempa-gempa kecil sebelumnya, yang dikenal sebagai foreshocks.

Namun, menurut Nissen, mayoritas gempa besar justru tidak diawali oleh gempa kecil; gempa besar seringkali terjadi tanpa adanya tanda awal.

"Pada kenyataannya, tidak semua gempa besar ditandai dengan adanya gempa-gempa kecil," 

"Sebagian besar gempa besar malah seringkali terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya peringatan sebelumnya." kata Nissen.

Mengingat pernyataan Nissen yang menyebut bahwa ilmuwan hanya dapat memprediksi potensi atau ancaman gempa melalui pemantauan.

Peringatan semacam itu telah disampaikan oleh BMKG.

Melalui Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono, BMKG telah memperingatkan bahwa gempa megathrust tinggal menunggu waktu.

Peringatan tersebut menjadi viral, salah satunya dibagikan ulang oleh akun @daunmuda196 di TikTok.

Dalam video tersebut, terdapat foto tangkapan layar yang menampilkan pernyataan Daryono.

“Rilis gempa di kedua segmen megathrust ini bisa dikatakan ‘tinggal menunggu waktu’ karena kedua wilayah tersebut sudah ratusan tahun belum mengalami gempa besar,” ujar Daryono.

Dalam video tersebut, terdapat narasi yang menyebutkan bahwa seorang ilmuwan memprediksi kekuatan gempa megathrust di Selat Sunda bisa mencapai magnitudo 9 atau lebih.

Menurut perekayasa di BRIN, Widjo Kongko, megathrust di Selat Sunda memang berpotensi menyebabkan gempa besar dengan magnitudo 8,7.

Namun, ada kemungkinan kekuatan gempa di wilayah tersebut bisa mencapai magnitudo 9 atau lebih, seperti yang disampaikan dalam narasi video tersebut.

Sebagai perbandingan, tsunami Aceh pada tahun 2004 terjadi setelah gempa dengan magnitudo 9 SR.

Narasi dalam video juga menyebutkan bahwa ada kemungkinan gempa megathrust di Selat Sunda bisa memicu tsunami yang lebih tinggi. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#gempa megathrust #tanda gempa megathrust #tsunami #bmkg #gempa besar