SOLOBALAPAN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru-baru ini mengeluarkan peringatan mengenai kemungkinan terjadinya gempa besar di Indonesia.
Peringatan ini menyusul gempa besar yang terjadi di Jepang pada 8 Agustus lalu. BMKG mengkategorikan gempa tersebut sebagai gempa megathrust.
Gempa megathrust adalah gempa bumi yang sangat besar yang terjadi di zona subduksi, yaitu wilayah di mana salah satu lempeng tektonik bumi terdorong ke bawah lempeng lainnya.
Di wilayah Jawa, gempa megathrust pernah tercatat terjadi di beberapa lokasi. Berikut adalah rinciannya:
Tahun Wilayah Gempa Skala Momen (M)
1859 Jawa Timur 8.5
1903 Banten 7.9
1937 Yogyakarta 7.2
1943 Yogyakarta 8.1
1994 Banyuwangi 7.6
2006 Pangandaran 7.8
2009 Selatan Jawa Barat 7.3
Diketahui, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, sebelumnya telah mengeluarkan peringatan mengenai potensi gempa megathrust di Indonesia.
Dalam peringatannya, Daryono menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat terhadap kemungkinan terjadinya gempa besar ini.
Daryono menjelaskan bahwa gempa megathrust bisa terjadi di beberapa zona subduksi di Indonesia, seperti sepanjang pantai barat Sumatra, selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan wilayah lainnya.
BMKG terus memantau aktivitas seismik dan memberikan informasi terkini untuk memastikan keselamatan masyarakat. (did)