Diketahui bahwa obat anestesi dengan dosis tinggi seharusnya dimasukkan melalui infus, bukan disuntikkan langsung ke lengan, yang menyebabkan Aulia meninggal dunia.
3. Menerima Bullying
Fakta terkuak bahwa bullying atau perundungan lah yang menjadi alasan Aulia memilih untuk bunuh diri.
Hal itu terungkap dari unggahan Instagram story @prabaniswara yang mengungkap apa yang dialami oleh Aulia.
"Ia sempat cuti di awal study karena kasus bullying," paparnya.
4. Sempat menjalani perawatan psikiatri
Perundungan yang dialami oleh Aulia tampaknya sudah tidak bisa lagi ditanggungnya.
Aulia sempat mengambil cuti selama satu semester dan menjalani perawatan jalan di psikiatri untuk memulihkan kondisi mentalnya akibat perundungan.
5. Pihak Anestesi UNDIP beri bantahan
Menanggapi kabar kematian Aulia yang viral, pihak Anestesi FK Undip akhirnya memberikan klarifikasi.
Hal ini tercermin dari siaran pers yang dibagikan melalui akun Instagram @anestesi_fkundiprsdk.
Dalam unggahannya, pihak Anestesi FK Undip memuat siaran pers yang membantah kabar kematian Aulia akibat perundungan.
"Dugaan perundungan yang disebutkan dalam laporan kami tidak benar," tulis mereka.
"Almarhumah selama ini merupakan mahasiswi yang berdedikasi dalam pekerjaannya," tambah mereka.
Hingga saat ini, kematian Aulia Risma Lestari, dokter PPDS Undip, masih menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat dan netizen. (did)