SOLOBALAPAN.COM - Kasus meninggalnya Dr. Aulia Risma Lestari yang merupakan Dokter PPDS Anestesi Universitas Dinonegoro Semarang (Undip) tengah viral di media sosial.
Pasalnya, dokter muda ini diketahui melakukan bunuh diri dengan menyuntikkan obat ke badannya sendiri.
Sementara itu, beberapa dugaan lain mengungkapkan bahwa korban nekat akhiri hidup dikarenakan menjadi korban perundungan di kampusnya.
Hal itu terungkap melalui buku harian korban yang ditemukan di kamar setelah Ia dinyatakan meninggal dunia.
Hingga viralnya kasus ini, membuat Kementrian Kesehatan (Kemenkes) ikut turun tangan dan memberikan surat pernyataan untuk menghentikan program studi anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro di RSUP Dr Kariadi, Semarang.
Dalam tulisannya, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr Azhar Jaya menuliskan beberapa kalimat berikut ini:
'Sehubungan dengan dugaan terjadinya perundungan di Program Studi Anestesi Universitas Diponegoro yang ada di SUP Dr. Kariadi, yang menyebabkan terjadinya bunuh diri pada salah satu peserta didik program studi anestesi Universitas Diponegoro'
'Maka disampaikan kepada Saudara untuk menghentikan sementara program studi anestesi di RSUP Dr. Kariadi sampai dengan dilakukannya investigasi dan Langkah-langkah yang dapat dipertanggungjawabkan oleh jajaran Direksi Rumah Sakit Kariadi dan FK UNDIP'
Sementara itu, hingga kini warganet masih menyuarakan keadilan untuk korban setelah kepergiannya tidak dianggap sebagai kasus bunuh diri.
Seperti yang di unggah di akun X @bambangsuling11, Ia menuliskan beberapa kejanggalan dalam kasus tersebut.
"Pihak PPDS Anestesi Undip berusaha menutupi dengan menyebut korban sering menyuntikkan obat itu ke tubuhnya karena sakit saraf kejepit." tulisnya.
Sementara itu, dalam buku harian korban yang ditemukan sudah jelas tertulis bahwa dirinya merupakan korban perundungan.
Kejanggalan tersebut yang pada akhirnya membuat warganet penasaran hingga mengulik kasus tersebut sampai terbongkar. (nda)
Editor : Nindia Aprilia